Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Terjatuh di Tegalcangkring, Terciduk di Gilimanuk

Gilimanuk

Sabtu, 11 Oktober 2008, 17:24 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kendati sudah diingatkan oleh firasat buruk dengan terjatuh di jalan raya Tegalcangkring, Mendoyo, Sgt (40), warga Jl. Mandalasari Gang 8 Nomor 11, Dangin Puri, Denpasar Timur tetap nekad melanjutkan perjalanannya menuju Jember untuk menghadiri pernikahan adiknya.

Alhasil, Sgt terpaksa harus berurusan dengan polisi setelah terciduk di Pelabuhan Gilimanuk lantaran dicurigai motor Yamaha Mio DK 4349 XT yang dikendarainya adalah motor curian.

Dari informasi yang diperoleh, terciduknya Sgt tersebut berawal dari kecurigaan polisi yang bertugas di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, karena melihat gelagat Sgt yang saat itu membonceng Muh. Rd (29), warga Jl. Tukad Kaguan Nomor 3 Denpasar terlihat mondar mandir cukup lama di luar pintu pelabuhan.



Ketika Sgt masuk pintu pelabuhan, petugas menghentikannya untuk diperiksa surat kelengkapan motornya. Ternyata Sgt tidak bisa menunjukkan STNK motor buatan tahun 2006 tersebut dengan alasan STNKnya ditahan polisi karena dirinya kena tilang di Denpasar.

Kecurigaan polisi makin bertambah ketika memeriksa lubang kunci motor tersebut yang rusak seperti bekas dicongkel.

Sgt tetap ngotot kalau motor itu miliknya, bukan hasil curian. "Saya bingung kenapa motor saya dikatakan curian. Buktinya ada kok, kartu cicilan dari dealer," ujarnya. Sgt juga mengatakan kalau motor itu pernah digadaikan kepada keponakannya di Denpasar dan dia tidak tahu kalau selama digadaikan tersebut motornya pernah hilang sehingga dilaporkan ke polisi.



"Saya tidak tahu kalau saat dibawa keponakan saya, motor itu pernah hilang dan dilaporkan ke polisi,"ucapnya. Sgt tampak sedih lantaran keinginannya untuk menghadiri pernikahan adiknya sirna.

"Saat di jalan perasaan saya sudah kurang enak. Saat tiba di Tegalcangkring kami terjatuh, dan saat mau nyeberang kami ditahan polisi,"ujar Sgt.

Kepala KP3 Gilimanuk, AKP I Ketut Suparta seizin Kapolres Jembrana, Sabtu (11/10) mengatakan kendati Sgt tetap ngotot mengaku motor itu miliknya, namun dari kejanggalan dengan tidak ada STNK dan lubang kuncinya rusak seperti bekas diputar paksa, pihaknya tetap menduga kalau motor adalah motor curian dengan TKP di Denpasar.



Kecurigaan polisi semakin bertambah, kata Suparta lantaran dari hasil koordinasi dengan Polsek Denpasar Barat (Denbar) didapatkan informasi kalau pernah terjadi curanmor bulan Pebruari lalu dengan sepeda motor yang hilang jenis, ciri-ciri dan nomor polisinya persis dengan sepeda motor yang dibawa Sgt.

"Berdasar informasi itulah, motor dan kedua orang itu kita amankan. Setelah diperiksa motor dan Sgt serta Muh. Rd, diserahkan ke Poltabes Denpasar selanjutnya, karena TKP masuk wilayah Poltabes,"jelasnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami