Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tewas Tersengat Arus Listrik

Selasa, 4 November 2008, 15:17 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Rumah merangkap tempat jual beli botol bekas,Ronggolawe Putra di Jalan Nusa Kambangan 9A, Denpasar, Selasa (04/11) pagi, gempar. Sukarno (42), buruh setempat, tewas dengan tubuh gosong setelah tersengat arus listrik PLN yang terkelupas. Peristiwa tersebut terjadi saat korban memperbaiki seng di garase rumah milik Awar.

 

Korban asal Bondowoso itu, tewas tergantung selama setengah jam, sebelum pihak PLN datang dan mematikan aliran listrik yang menyambung ke KWH di rumah, Awar. Akibat tersengat listrik, tubuh korban mengalami luka pada bagian pipi kiri robek, tangan kiri luka bakar, jempol mengelupas dan hitam.

Informasi menyebutkan, Sukarno sekira pukul 09.00 Wita, disuruh oleh majikannya, Awar, untuk memperbaiki seng yang bocor digarase rumah. Tak lama naik, korban yang tinggal di Jalan Gunung Kapur II/9 Denpasar, menggeser satu persatu seng, agar kondisinya apik.

Namun, korban tidak menyangka, saat melakukan pergeseran, salah satu seng menyenggol kabel listrik yang menyambung langsung ke listrik PLN. Akibatnya, dalam hitungan detik, kabel listrik terkelupas dan sontak menyetrum seng.

Arus listrik berkekuatan tinggi itu, secepat kilat menyetrum tubuh korban yang menempel di atas seng. Tubuh korban pun kejang-kejang dan akhirnya tewas dalam kondisi tubuh menghitam.

 

Buruh setempat yang menyaksikan korban terkena setrum, tak kuasa menolong. Jika mereka menolong, sudah barang tentu, mereka akan terkena setrum. Warga hanya menunggu petugas PLN mematikan arus listrik yang menyambung langsung ke KWH

Petugas PLN datang dan langsung mematikan listrik. Korban langsung diturunkan. Tubuhnya kelihatan menghitam,”ujar warga setempat.

Dibantu petugas Identifikasi Poltabes Denpasar, jasad korban yang sempat tergantung-gantung selama setengah jam, akhirnya bisa diturunkan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sas



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami