Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




New Media Ancam Pengaruh Media Cetak

Kamis, 27 November 2008, 20:14 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pengaruh media cetak kian terancam oleh munculnya media-media baru yang menggabungkan teknologi internet, audio visual dan handphone. Karena itu, media cetak harus melakukan sinergi dengan kemunculan New Media itu.

 

Menurut CEO Virtual Consulting Nukman Lutfie, media internet mampu menyampaikan informasi jauh lebih cepat bahkan secara langsung. “Karena itu berita Koran menjadi basi dan jurnalis tidak bisa lagi merasa paling hebat,” ujarnya dalam seminar “New Media : Akhir Media Konvensional? ” yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia di Sanur, Denpasar, Kamis (27/11).

Dari segi kebutuhan, terdapat kecenderungan pula dari kelompok-kelompok masyarakat untuk membuat media sendiri di internet yang dapat memenuhi kebutuhannya.

Dia mencontohkan munculnya www.tangandiatas.com yang didirikan oleh kalangan pengusaha dan mengulas berbagai sisi dunia dengan sumber berita dari kalangan itu sendiri. Trend munculnya ratusan ribu blog, menurutnya, merupakan penegasan dari kecenderungan itu.

 

Dia menyatakan, waktu orang untuk membaca kini semakin sedikit dan pencarian informasi lebih mengandalkan televisi atau internet. Di kalangan anak muda, kebiasaan membaca koran bahkan nyaris hilang. Ditambah oleh mahalnya harga kertas dan kecenderungan penghematan biaya iklan, menurutnya, posisi media cetak akan kian terjepit.

Satu-satunya masalah yang dihadapi “New Media” adalah karena kalangan biro iklan belum terlalu memahami cara memanfaatkan media baru tersebut.

Senada dengan pernyataan itu, CEO Detik.com Budiono Darsono menyebut, kondisi saat ini sangat mendukung perkembangan “New Media”. Sebab, tidak ada lagi hambatan infrastruktur dalam mensinergikan internet dengan berbagai teknologi yang lain seperti televis dan telpon seluler.

Situasinya sangat berbeda dengan kondisi awal tahun 2000 dimana sejumlah portal berita rontok meski dibekali modal milyaran rupiah.

Namun demikian, CEO MNC Sky Vision Handhi S. Kentjono menyatakan, pengaruh “New Media” tidak akan otomatis menggeser posisi media cetak. Meskipun pemakaian internet diprediksikan naik sampai 20% pada periode 2007-2010 tetapi Indonesia mengalami masalah infrastruktur dalam meningkatkan jangkauan internet kepada pangsa yang lebih luas.

 

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan kapasitas satelit yang terbatas, menurutnya, akan menjadi penghambat.

Perilaku pemakaian internet pun sangat mempengaruhi kekuatan media ini. Dari hasil penelitian terlihat, internet di Indonesia lebih banyak digunakan sebagai bentuk kegiatan sosial daripada bisnis seperti untuk chatting, mengirim email, atau mencari informasi hiburan.

Tetapi, tegas dia, belum digunakan untuk mencari informasi yang lebih berguna apalagi untuk kegiatan bisnis. “Untuk transaksi perbankan dan pengisian formulir administratif misalnya, kita ini berada di urutan yang rendah,” ujarnya.

Dia memprediksi, di masa depan yang akan terjadi adalah konvergensi antara New Media dan media cetak dengan menggabungkan kekuatan masing-masing media.

Hal itu seiring dengan perubahan perilaku konsumen media yang tidak hanya akan memanfaatkan satu bentuk media sebagai sumber informasi.

CEO Kelompok Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo menyebut, sampai saat ini mereka masih menjadikan media cetak sebagai media andalannya. Tetapi, mereka berusaha untuk mengkombinasikannya dengan radio, TV dan internet. Sebab, pertumbuhan media cetak cenderung menurun bila dibandingkan media-media yang lain.

Seminar itu sendiri merupakan rangkaian acara Kongres AJI ke VII yang dihadiri oleh delegasi dari 24 kota se-Indonesia. Menurut Ketua AJI Heru Hendratmoko, kalangan jurnalis harus menyadari kondisi lingkungannya yang kian berubah untuk dapat memaksimalkan peran mereka. Internet, tegas dia, merupakan salah-satu titik krusial yang akan merubah pola kehidupan media-massa.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami