Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Buleleng, Angka Bunuh Diri Tertinggi

Rabu, 3 Desember 2008, 20:55 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ulah pati yang menimpa krama Bali kian memilukan. Hingga Bulan Oktober ini saja, terdata 121 kasus bunuh diri terjadi. Beda tahun lalu (2007) yang hanya mencapai 116 kasus. Yang menghebohkan, mati konyol terbesar tahun ini ada di daerah Buleleng.

Dari data yang diperoleh di Bid Humas Polda Bali, jumlah kasus bunuh diri terbanyak berada di daerah Buleleng. Sebanyak 36 nyawa melayang sia-sia yang mengakhiri hidupnya dengan bermacam. Tercatat, ada 35 warga menggunakan gantung diri dan 1 orang minum racun serangga.

Menyusul posisi kedua wilayah Karang Asem sekitar 24 warga. Terinci, 18 diantaranya laki-laki dan 6 perempuan.Sedangkan, posisi ketiga di wilayah Jembrana dengan jumlah 17 kasus.

Menurut Kasubid Humas Polda Bali AKBP Sri Harmiti, Rabu (03/12), tingginya angka bunuh diri disebabkan, meningkatnya depresi masyarakat, sehingga lebih memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya.

Rata - rata kasus bunuh diri disebabkan putus asa, selebihnya akibat faktor ekonomi,” ungkapnya. Bagaimana tanggapan psikiater mengenai ini ? Menurut seorang psikiater yang juga guru besar Universitas Udayana Prof Dr Elka Luh Ketut Suryani, Rabu (03/12) menerangkan, ada beberapa macam penyebab dari banyaknya kasus bunuh diri. Yakni pertama disebabkan oleh gangguan jiwa atau dipresi, kedua disebabkan oleh gangguan fisik berat.

Penyebabnya karena muncul masalah-masalah baru, seperti masalah keluarga,” sebutnya. Meski secara psikologi, korban yang akan bunuh diri jarang mau mengungkapkan persoalannya kepada siapa pun.

Untuk itulah, katanya, komunikasi, sangatlah diperlukan dalam hal ini. Komunikasi antar keluarga perlu dijaga dan segera dicarikan jalan keluarnya. Peran pemerintah harus tanggap terhadap kasus bunuh diri. Action pemerintah sangatlah penting, guna meminimalisir semakin tingginya kasus bunuh diri. Selain peran pemerintah, peran penting dalam menangani kasus bunuh diri adalah tokoh agama. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami