Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tangkap Anjing Liar Hingga ke India dan Srilanka

Senin, 8 Desember 2008, 12:47 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Dua orang pemuda di Denpasar Bali, sejak 7 tahun terakhir menekuni profesi sebagai penangkap anjing liar professional. Selain di Bali, keahlian menangkap anjing liar ini juga sudah digunakan di beberapa negara asing.

Dua pemuda yang menekuni profesi sebagai penangkap anjing liar ini adalah Gede Subagia dan Dewa Made. Keahlian mereka antara lain digunakan di Desa Ungasan saat membantu Dinas Peternakan Kabupaten Badung, mencegah penyebaran penyakit rabies.

Dengan menggunakan alat tangkap khusus berbentuk tongkat besi dan jaring, satu per satu anjing liar yang sering menyerang manusia ditangkap dan kemudian disuntik mati.

Profesi penangkap anjing khususnya anjing liar dan berbahaya bagi manusia, mulai ditekuni 2 pemuda ini sejak 7 tahun terakhir.

Untuk meningkatkan keahlian, mereka juga sudah pernah mengikuti kursus lanjutan menangkap anjing liar di negeri jiran Malaysia.

Hingga kini sudah ribuan anjing liar yang berhasil ditangkap kedua pemuda ini. Selain menangkap anjing liar di seluruh Bali, Gede dan Dewa yang bekerja di sebuah yayasan pemerhati anjing jalanan ini juga sudah pernah menangkap anjing di luar Pulau Bali hingga ke luar Negeri.

Pasca tsunami dasyat, mereka ditugaskan untuk menangkap anjing liar di Provinsi Nangroe Aceh Darusalam. Selain di Aceh, mereka juga pernah diundang untuk menangkap anjing liar di India dan Srilanka pasca diterjang tsunami.

Sudah ribuan anjing yang kita tangkap. Resikonya, kita juga sudah digigit anjing hingga puluhan kali, tapi ndak apa-apa, sudah sembuh sekarang,kata Gede Subagia.

Resiko menangkap anjing liar banyak seperti masuk got hingga digigit anjing. Belum lagi kalau sampai mengejar anjing di daerah yang luas seperti lapangan atau hutan, sangat melelahkan,ujar Dewa Made.

Meski mempunyai resiko tinggi dan dapat membahayakan keselamatan jiwa serta mendapat upah yang tidak sepadan dengan resikonya, Gede Subagia dan Dewa Made menyatakan akan terus menekuni profesi sebagai penangkap anjing liar.

Bagi kami, ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat agar bebas dari bahaya serangan anjing liar dan penyakit rabies,” ujar Gede dan Dewa. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami