Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Saksi : Korban Dikeroyok dan Dibenamkan ke Laut
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penyidikan dan penyelidikan Insiden malam tahun baru di Lovina Buleleng terus dilakukan Sat Reskrim Polres Buleleng. Dari keterangan saksi korban disebutkan meregang nyawa setelah dikeroyok dan dibenamkan ke laut.
Secara pasti, tewasnya Komang Ardi Wismaya, anggota Banzer Bali dari Desa Cempaga, hingga Jumat (2/1) sore belum diketahui pasti motif termasuk penyebab kematiannya. Dari sejumlah pemeriksaan yang dilakukan polisi, ada yang menyebut kematian Komang Ardi karena tenggelam, namun ada yang mengatakan mati lantaran dikeroyok.
“Sebelum ditemukan meninggal, teman saya, Komang Ardi dikeroyok belasan orang yang tiba-tiba langsung menyergap kami. Saya bisa menyelamatkan diri walaupun dikejar, sempat saya lihat Gede Ardiyasa terkapar dan dua kali dilindas sepeda motor, terus Juliadnyana bersama Komang Ardi terus dipukul. Kemungkinan korban kepalanya dibenamkan ke laut hingga tewas” ungkap Ketut Ardika Wijaya (25) salah satu korban yang berhasil menyelamatkan diri.
Saksi korban Ketut Ardika Jaya, dalam pemeriksan di Mapolres Buleleng menyebutkan, setelah datang ke Pantai Binaria Lovina dan usai memarkir sepeda motornya di areal Patung Dolpin, keempatnya jalan kaki menuju arah Timur, namun bertemu dengan empat perempuan yang disebut-sebut cewek kafe tengah duduk di pinggir jalan.
“Juliadnyana saat itu meminta api untuk menyulut rokok, tiba-tiba datang seseorang langsung melayangkan pukulan, tidak terima dipukul, kita membalasnya, hingga mereka kabur,” ujarnya.
Sementara versi lain menyebutkan, buntut aksi pengeroyokan hingga tewasnya warga Desa Cempaga itu berawal saat Korban Komang Ardi Wismaya, Juliadnyana alias Nano, Gede Ardiyasa dan Ketut Ardika Wijaya melakukan pemukulan lebih awal bahkan disertai dengan mengeluarkan sebilah pisau.
“Datang empat orang yang tidak saya kenal dan kemudian menganggu teman-teman wanita saya (cewek café), awalnya saya ingin memanggil keempat teman saya, namun ditanggapi lain, kemudian saya dipukul, saya sempat melawan, tapi mereka membawa pisau, ini tangan saya kena sayatan pisau,” ungkap Ketut Artana, seorang pemuda dari Desa Kaliasem Kecamatan Banjar.
Artana yang diperiksa secara intensif tersebut mengaku melarikan diri dan bersembunyi, bahkan atas aksi pengeroyokan terhadap empat pemuda dari Desa Cempaga itu tidak diketahuinya.
” Saya tidak tahu menahu siapa yang mengeroyok setelah saya dipukul itu, karena saya lari dan bersembuyi,” ujarnya.
Sementara, Sat Reskrim Polres Buleleng masih berupaya mengungkap penyebab kematian Ardi Wismaya dengan jalan otopsi korban, namun pihak keluarga korban, berencana tidak mengizinkan upaya itu. Pihak keluarga korban menginginkan jenazah Ardi Wismaya secepatnya bisa di bawa pulang ke Cempaga. (sas)
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8475 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5825 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3650 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2480 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar