Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Pemuda ‘Kolok’ Divonis 6 Bulan
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Persidangan kasus pidana pemilu terkait perobekan baliho caleg Partai Pelopor di Dusun Pancoran, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng kembali digelar di Pengadilan Negeri Singaraja dengan agenda pembacaan putusan.
Terdakwa perobekan alat peraga kampanye berupa baliho, Gede Budiartana alias Ketek (22) asal Dusun Pancoran, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada Rabu (21/1) divonis bersalah oleh Majelis hakim yang diketuai Sriwati, didampingi dua hakim anggota, Toetik Ernawati dan Dasriwati.
“Menyatakan terdakwa Gede Budiartana alias Ketek secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pengerusakan alat peraga kampanye milik caleg Partai Pelopor Dapil II Sukasada, Desak Putu Sri Yudani di Desa Pancoran. Menghukum terdakwa, dengan pidana penjara selama enam bulan dan denda sebasar Rp. 6 juta subsider 1 bulan kurungan,” ungkap Ketua Majelis Hakim, Sriwati, pada persidangan yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Meskipun sama dengan tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gede Edy Bujanayasa, didampingi jaksa Made Karta Wijaya tetap menyatakan pikir-pikir terhadap vonis majelis hakim itu. Sementara terdakwa Ketek yang kolok atau bisu didampingi orang tuanya, Made Gina menyatakan banding atas putusan majelis hakim tersebut. Pihak keluarga terdakwa menyatakan banding karena proses hukum perusakan alat peraga berupa baliho tersebut dinilai tidak adil.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1428 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1084 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 928 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 819 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik