Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




19 Anak Anjing Ras Selundupan Disuntik Mati

Gilimanuk

Selasa, 27 Januari 2009, 23:48 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

rabiesRupanya pihak Balai Karantina Pertanian Terpadu Kelas I Denpasar tidak sedikitpun memberikan toleransi atas tertangkapnya 19 anak anjing ras yang diselundupkan melalui Pelabuhan Gilimanuk dengan media bus Wisata Komodo DK 7261 VA. Seluruh anak anjing ras tersebut hari ini dimusnahkan dengan menyuntikkan cairan strichnin.

Pantuan di lokasi pemusnahan, secara bergiliran 17 anak anjing (2 mati) dieksekusi dengan suntuikan tersebut. Cairan strichnin bekerja sangat cepat, kurang dari 2 menit masing-masing anak anjing tersebut sudah meregang nyawa.

Sebelum dieksekusi, 17 anak anjing asal Probolinggo tersebut diambil sampel darahnya untuk diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah mengandung virus rabies atau tidak.

Kasi Pengawasan dan Penindakan (Wasdak) Balai Karantina Pertanian Terpadu Kelas 1 Denpasar, Heru Subandrio, Selasa (27/1) mengatakan tindakan tegas yang dilakukan pihaknya tersebut didasari oleh SK Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 4775.a/PD 670 320/L/12/2008, SK Mentan Nomor
1696/Kpts/PD610/12/2008 dan Pergub Bali Nomor 88 tahun 2008 tentang penutupan sementara keluar masuknya hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing dan kera.

"Kita melakukan tindakan tegas ini untuk mengembalikan Bali sebagai daerah bebas rabies,"jelasnya. Menurut Heru,
modus operandi penyelundupan HPR melalui bus AKAP merupakan modus baru lantaran modus dengan menitip di kendaraan barang sudah sering terbongkar.


"Pelaku mengira pengiriman dengan paket bus akan aman, padahal kita bersama KP3 dan instansi terkait lainnya juga memeriksa dengan ketat setiap kendaraan penumpang," terangnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami