Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Armada Kapal Bertambah, Retribusi Malah Menurun

Denpasar

Rabu, 11 Februari 2009, 14:32 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Bertambahnya jumlah perusahaan dan armada kapal penangkap ikan tuna yang beroperasi di pelabuhan Benoa tidak menjamin bertambahnya retribusi yang masuk ke kas Pemkot Denpasar, justru tiap tahun mengalami penurunan. Dari awalnya retribusi yang disetor ke Pemkot Denpasar pada tahun 2002 sebesar 250 juta rupiah kini terus mengalami penurunan dan pada tahun 2008 hanya menyetor 43 juta rupiah.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar Ir. Made Antara Wijaya ketika mendampingi Walikota Denpasar IB. Darmawijaya Mantra, SE. Msi menerima pengurus DPP ATLI (Asosiasi Tuna Longline Indonesia) Rabu (11/2) di Kantor Walikota. Ketua DPP ATLI Kasdi Taman dihadapan Walikota mengatakan penurunan retribusi ikan tuna yang disetor ke Pemkot Denpasar disebabkan beberapa kendala diantaranya karena adanya kesulitan BBM.

“Disamping kesulitan mendapatkan BBM juga karena pengaruh cuaca yang belakangan ini kurang bersahabat, sehingga banyak kapal yang tidak berani melaut. Saat ini kami harus mendapat pasokan BBM dari Depo Manggis, padahal di dulunya kami mendapat BBM dari Depo Pesanggaran. Hal ini tentu akan menambah biaya operasional tambahan karena harus mencari BBM ke Depo Manggis,” keluh Kasdi Taman.

Dia mengungkapkan bahwa DPP ATLI mempunyai anggota 167 orang dengan 53 Perusahaan Penangkap Ikan serta 16 perusahaan prosesing. Jumlah armada kapal yang dimiliki mencapai 830 buah yang dulunya hanya 150 kapal. Tenaga kerja yang diserap mencapai 13 ribu orang.

Kedatangan pengurus ATLI ini ke Kantor Walikota menurut Kasdi Taman adalah untuk memperkenalkan pengurus ATLI yang baru karena sebelumnya bernama ASTUIN (Asosiasi Tuna Indonesia). “Menurunya retrubusi ini juga karena adanya pengaruh krisis global yang melanda hampir semua dunia usaha,” kata Ketua Bidang Humas/Publikasi ATLI Tahir Gusti.


Sementara Walikota IB. Rai Mantra yang didampingi Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Ir. Dewa Made Ngurah serta Kabag Humas Erwin Suryadarma, SE. Mengungkapkan agar DPP ATLI dapat menjalin kerjasama yang lebih menguntungkan dengan Pemerintah Daerah. “Kami siap bekerjasama dengan ATLI sebagai perusahaan yang bergerak dibidang penangkapan ikan tuna. Bagaimanapun juga kelancaran operasional kapal juga perlu didukung untuk dapat menghasilkan retribusi yang lebih besar kepada Pemkot,” ujar Rai Mantra. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami