Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Rohmat Akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Muhamad Rohmat (27) warga Boyolali, Jawa Timur yang sejak lima hari lalu (minggu-8/2) dinyatakan hilang terseret gelombang Pantai Kedungu, Tabanan, akhirnya ditemukan Kamis pagi tadi sekitar pukul 8.45 Wita di pantai Pangkung Tibah.
Korban ditamukan sudah tidak bernyawa lagi oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim SAR, Brimob Polda Bali, Pores Tabanan, Polsek Kediri serta warga setempat, sekitar 100 meter dari bibir pantai di barat lokasi kejadian tepatnya di pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri Tabanan. Kondisi tubuh korban sudah kaku dan mengeluarkan bau menyengat, tidak ditemukan bekas luka di tubuh korban. Hanya saja bagian wajah korban yang mengelupas diduga karena terbentur batu karang.
Kapolsek Kediri AKP Agus Tri Waluyo yang ditemui di TKP mengatakan pencarian korban yang cukup melelahkan itu akhirnya memenukan hasil. "sekitar pukul 8.35 tubuh korban muncul kepermukaan dan mengambang sekitar 100 meter dari bibir pantai," jelas Agus.
Kala itu tim gabungan segera merapat ke lokasi menggunakan dua perahu karet, kemudian mengevakuasi tubuh korban. "setelah dicek tubuh korban sudah tidak bernyawa lagi dan menebar bau menyengat, tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, hanya saja bagian wajah korban yang mengelupas" jelas pengganti AKP IGAP Suinaci ini.
Sementara itu beberapa kerabat korban yang juga ditemui di TKP langsung menghampiri tubuh korban dan menyatakan kalau mayat tersebut adalah benar Muhamad Rohmat. Pihak keluarga menerima kepergian korban sebagai suatu musibah. Sebelum mayat korban diberangkatkan ke rumahnya di Jawa, telebih dahulu disemayamkan kamar mayat di BRSUD Tabanan.
Reporter: bbn/ctg
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun