Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
8 Ekor Gajah Penghuni Taman Safari Belum Aman
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
gajahKeberadaan 8 ekor gajah yang kini menjadi penghuni Bali Taman Safari Serongga boleh dikatakan belum 'aman'. Dalam artian, bisa kemungkinan dikembalikan lagi ke asalnya di Taman Safari Indonesia di Cisarua Bogor.
"Ya, soal masalah gajah di Taman Safari belum final, masih dalam proses," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Sekprov Bali, Putu Suardika, di Renon, Selasa (17/2).
Saat ditanyakan soal adanya 'dualisme' pandangan antara Dinas Peternakan dan Tim bentukan Sekprov, Suardika yang baru beberapa pekan menempati pos corong Pemprov Bali tampak enggan menjelaskannya. Dia hanya bilang masih dalam proses.
"Apakah nantinya gajah-gajah itu dikembalikan atau tidak, itu masih dalam proses,"tambahnya tanpa merinci lebih jauh proses yang dimaksud.
Seperti yang pernah di-oneline-kan beritabali.com sebelumnya, masalah tambahan 8 ekor gajah ke Taman Safari ini sempat mengundang polemik. Namun, Kepala BKSDA Bali, Istanto akhirnya mengklarifikasi bahwa pemasukan gajah ke Bali Taman Safari dinilai sudah sesuai prosedur.
"Proses pemasukan gajah ke TSI-III Bali (Bali Taman Safari) itu sudah sesuai prosedur dan mekanisme, jadi tidak ada pelanggaran," ujar Istanto awal bulan ini.
Reporter: bbn/sss
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4536 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun