Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Anak Penyu Diperdagangkan Secara Online
Lumintang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
penyuLembaga Pemerhati Satwa ProFauna mendeteksi perdagangan satwa langka dilindungi berupa penyu melalui internet. Hasil investigasi ProFauna Indonesia menemukan penjualan tukik atau anak penyu melalui situs-situs gratisan. Salah satu situs yang terungkap adalah jutaku dot multiply dot com.
Koordinator ProFauna Indonesia Wilayah Bali Wayan Wiradnyana ketika ditemui beritabali.com di Lumintang (12/3) menyatakan rata-rata tukik yang diperdagangkan melalui media online tersebut dijual dengan harga antara Rp. 100.000 – Rp. 200.000. Perdagangan tukik ini lebih banyak digunakan sebagai binatang kesayangan.
Wiradnyana menyatakan yakin situs tersebut dibuat oleh orang Indonesia, namun servernya berada di luar negeri.
“Kita tidak tahu ya server mereka ada dimana, tapi yang jelas pembuatnya orang Indonesia, karena mereka mencantumkan alamat dan nomor telepon. Profauna sendiri secara resmi telah berkirim surat kepada pengelola situs untuk menutup situs yang memperdagangkan satwa dilindungi” kata Wayan Wiradnyana.
Wiradnyana menambahkan, sebagian besar tukik yang diperdagangkan secara obline merupakan penyu jenis penyu hijau.
Menyinggung perdagangan daging penyu, Wayan Wiradnyana menyatakan mengalami penurunan cukup drastis. Dari sekitar 5000 ekor penyu pertahun pada 2000-2004, kini menjadi sekitar 1000 ekor penyu pertahun dalam beberapa tahun terakhir.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 737 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 559 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan