Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anak Penyu Diperdagangkan Secara Online

Lumintang

Kamis, 12 Maret 2009, 20:06 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

penyuLembaga Pemerhati Satwa ProFauna mendeteksi perdagangan satwa langka dilindungi berupa penyu melalui internet. Hasil investigasi ProFauna Indonesia menemukan penjualan tukik atau anak penyu melalui situs-situs gratisan. Salah satu situs yang terungkap adalah jutaku dot multiply dot com.

Koordinator ProFauna Indonesia Wilayah Bali Wayan Wiradnyana ketika ditemui beritabali.com di Lumintang (12/3) menyatakan rata-rata tukik yang diperdagangkan melalui media online tersebut dijual dengan harga antara Rp. 100.000 – Rp. 200.000. Perdagangan tukik ini lebih banyak digunakan sebagai binatang kesayangan.

Wiradnyana menyatakan yakin situs tersebut dibuat oleh orang Indonesia, namun servernya berada di luar negeri.

“Kita tidak tahu ya server mereka ada dimana, tapi yang jelas pembuatnya orang Indonesia, karena mereka mencantumkan alamat dan nomor telepon. Profauna sendiri secara resmi telah berkirim surat kepada pengelola situs untuk menutup situs yang memperdagangkan satwa dilindungi” kata Wayan Wiradnyana.

Wiradnyana menambahkan, sebagian besar tukik yang diperdagangkan secara obline merupakan penyu jenis penyu hijau.


Menyinggung perdagangan daging penyu, Wayan Wiradnyana menyatakan mengalami penurunan cukup drastis. Dari sekitar 5000 ekor penyu pertahun pada 2000-2004, kini menjadi sekitar 1000 ekor penyu pertahun dalam beberapa tahun terakhir. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami