Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Petinju Harry’s Gym Perth Australia, Terlibat

Senin, 13 April 2009, 20:48 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kematian Sean Keith William (23), warga negara New Zealand, usai disiksa di Diskotik Bounty, pada Jumat (10/04), melibatkan Andreas Seram, petinju nasional yang masih aktif di sasana tinju Harry’s Gym Perth di Australia, tempat biasa Chris Jhon berlatih. Selain itu, polisi juga menetapkan tersangka terhadap satpam dan bartender diskotik Bounty.

Penetapan tiga tersangka ini dijelaskan Kapolsek Kuta AKP Dody Prawira, pada Senin (13/04). Menurutnya, penyidik telah menetapkan tiga tersangka dalam kisruh diskotik Bounty. Mereka masing-masing, Doni, satpam diskotik Bounty, Nengah Suastika, bartender, dan Andreas Seram.

Nama terakhir ini, Kapolsek berdalih sebagai mantan petinju nasional. Untuk keterlibatan Andreas Seram, dia dikenakan pasal 170 tentang pengeroyokan bersama sama dengan satpam diskotik Bounty. “Dia mantan petinju nasional. Dia melakukan penganiayaan terhadap korban,”papar Kapolsek.

Hanya saja, beda dari keterangan sejumlah pihak. Andreas Seram merupakan petinju aktif dan masih berlatih di sasana tinju Harry’s Gym Perth di Australia, tempat Chris Jon berlatih.Bahkan Andreas Seram pernah bertarung dalam kelas welter 69,5 kilogram. Dalam kasus ini Andreas terlibat pemukulan terhadap korban karena pengaruh minuman keras. Andreas berperan memukul bibir korban.

Dibagian lain, tersangka Nengah Suastika yang dikenakan pasal 351 KUHP, terlibat pelemparan gelas, saat kisruh didalam diskotik.Kapolsek menuturkan, pengungkapan kasus ini diawali, setelah polisi melakukan pendalaman terhadap kamera CCTV didalam diskotik Bounty yang terletak di Jalan Legian Kuta. Dari rekaman, terlihat jelas, Andreas Seram, Doni dan Nengah Suastika melakukan penganiyaan terhadap korban.

Pemicu pengeroyokan terhadap korban, kata Kapolsek, terkait tiket masuk ke lantai dua. Dimana, korban tidak diberikan tiket karena kondisi lantai dua full. Sehingga korban marah. Akibatnya, satpam dan bartender ikutan mengamuk dan memukul korban.

Kapolsek mengakui masih ada target tersangka lain dan kini masih diperiksa intensif. “Ada dua orang lagi masih kita periksa intensif,” ucapnya.Seiring berlangsungnya pemeriksaan terhadap tersangka, polisi telah mencabut police line di diskotik Bounty, pada Minggu (12/04), sekitar pukul 20.30 Wita.

Sekadar diketahui, Sean Keith William, ditemukan tewas mengenaskan, pada Minggu (12/04), di kamar penginapan Sari Yasa Samudera di Jalan Legian nomor 49 Kuta. Korban tewas akibat pengeroyokan yang dilakukan satpam dan bartender Diskotik Bounty, pada Jumat (10/04) dinihari. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami