Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Adik Kadus Tewas Gantung Diri
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Diduga lantaran belitan utang jutaan rupiah akhirnya mengantarkan Nyoman Kertayasa (24) tewas bunuh diri. Adik kandung Kepala Dusun (Kadus) Klatakan, Melaya, Wayan Sukarma ditemukan tewas tergantung pada pohon coklat di belakang rumahnya dengan menggunakan tali nilon plastik warna hijau.
Dari informasi yang dikumpulkan, petani warga Dusun Klatakan, Melaya ini ditemukan telah terbujur kaku oleh Sukarma, sekitar pukul 07.00 pada Selasa (14/4) saat dia menjalankan rutinitasnya mencari pakan sapi di kebun coklat di belakang rumahnya. “Entah kenapa tiba-tiba saya kok menoleh ke atas dan saya melihat adik saya sudah tergantung di pohon coklat,” kata Sukarma.
Melihat adiknya tergantung, Sukarma berteriak minta tolong. Kontan teriakan Sukarma ini memancing kehadiran warga sekitar untk memberikan pertolongan untuk menurunkan tubuh korban yang tergantung di pohon coklat itu. Setelah diturunkan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Menurut keterangan istrinya, Luh Parmi (20) selama berkeluarga dirinya sering mendengar keluhan suaminya yang telah memberinya seorang putri berusia 5 bulan. “Selama berkeluarga kami memang hidup dalam kondisi serba kekurangan karena penghasilan suami saya sebagai petani pas-pasan. Untuk menutupi kebutuhan hidup suami saya sering pinjam uang di krama atau di keluarga besarnya,” terangnya.
Lanjut Parmi utang yang menumpuk hingga mencapai jutaan rupiah ini sering dijadikan beban pikiran karena belum mampu melunasinya. “Mungkin beban itu yang selalu dipikirkan suami saya hingganekad gantung diri. Tapi bagaimana lagi, saya berniat membantu mencari kerja tapi anak kami masih kecil,” kata Luh Parmi.
Kapolsek Melaya AKP Nengah Mandi seijin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Selasa (14/4) membenarkan kejadian tersebut. Menurut Mandi, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Luh Putu Suartini, dokter di Puskesmas Melaya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Korban murni meninggal karena gantung diri,” tandas Mandi. (dey)
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 494 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 386 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 380 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik