Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Puluhan Hektar Padi Diserang Wereng
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Puluhan hektar tanaman padi pada 3 subak di Jembrana terancam gagal panen alias puso lantaran serangan hama wereng dan keong kuning.
Puluhan hektar tanaman padi tersebut merupakan bagian dari 104 hektar tanaman padi yang mengalami kerusakan lantaran terserang hama
penggerek batang dan wereng. Atas kejadian ini hampir bisa dipastikan kalau petani tersebut akan mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta per hektarnya.
Pantauan beritabali.com, Selasa (19/5), padi di tiga subak yakni subak Subak Tegal Wani dan Subak Tegal Maja, Pemedilan, Dauhwaru, Jembrana dan Subak Budeng Putih di Desa Budeng, Negara, Jembrana tampak menguning padahal padi tersebut baru berumur 35 hari.
Menurut Ketut Soma (65), pemilik 50 hektar lahan di subak Tegal Wani mengatakan seluruh tanaman padi ciherang di sawah miliknya terserang hama sejak berusia satu minggu, padahal Soma mengaku telah bersaha menyemprotnya berkali-kali dengan insektisida namun tidak ada hasil lantaran batang padi tetap terlihat kuning dan kerdil.
Kata Soma, menurut petugas dari Dinas Pertanian padinya itu terserang 3 jenis hama yakni penggerek batang, wereng coklat dan wereng hijau. Lantaran ganasnya serangan hama tersebut, Soma sudah kehabisan akal sehingga tanaman padinya tersebut dibiarkan saja. “Terpaksa saya biarkan saja ketimbang ruginya lebih banyak,” keluh Soma.
Hal senada juga diungkapkan Ketut Darmadi (50). Krama subak Tegal Wani ini mengaku sawahnya seluas 70 are juga mengalami kerusakan akibat diserang hama dan bahkan terancam puso. Darmadi merasa heran lantaran ganasnya serangan hama ini. “Belum pernah serangan wereng ganasnya sampai seperti ini yang sudah disemprot berkali-kali belum juga hilang. Dulunya disemprot dua kali saja sudah hilang dan seminggu lagi padi akan tumbuh kembali,” ujarnya.
Akibat serangan hama ini, Darmadi mengaku mengalami kerugian Rp 2,5 juta. Di subak Tamblang , Dangin Tukadaya, Negara, petani mengeluhkan serangan hama keong kuning yang menyerang padi mereka. Menurut penuturan Nemgah Naba (57) serangan hama keong kuning ini telah terjadi sejak padinya berumur seminggu. “Memang tidak semua sawah terkena tapi kalau dibiarkan saja, bisa-bisa semua sawah di subak ini gagal panen,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Selasa (19/5) Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian Kehutanan dan Kelautan (Perkutut), I Nengah Ribawa didampingi Kasi Hama Penyakit, Nyoman Jana mengungkapkan pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi serangan hama ini, diantaranya dengan melakukan sosialisasi kepada petani terkait dengan pengendalian hama terpadu untuk menanggulangi penyebaran hama yang lebih luas.
“Dari hasil pengecekan kami terjadinya serangan hama organisme penyakit tumbuhan berupa wereng coklat di tiga subak tersebut. Serangan hama ini memang sangat rentan pada padi yang berumur dibawah 35 hari,” terangnya.
Untuk menekan kerugian petani, Ribawa menyarankan agar merubah pola tanam jangan hanya monoton pada satu varietas chierang saja. Ribawa memastikan kendati 31 hektar sawah tersebut mengalami puso namun tidak akan mempengaruhi mempengaruhi produksi gabah Jembrana secara umum.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan