Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Tiap Hari Norok, Tukang Parkir Mengeluh
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sejak dibuka pada Senin (27/4) lalu, pasar malam di ruas Jalan Hasanuddin, Negara setiap malamnya dipenuhi oleh pengunjung yang ingin menikmati makanan tradisional.
Alhasil, jubelan pengunjung tersebut langsung dilirik Perusahaan Daerah (Perusda) Jembrana untuk menangguk rejeki dengan memungut retribusi parkir.Sayangnya, target yang dibebankan Perusda kepada petugas parkirnya terlalu tinggi sehingga mereka terpaksa norok setiap harinya.
Salah seorang tukang parkir yang bertugas di tempat tersebut, Kamis (28/5) malam mengeluhkan lantaran mereka dibebani target harus menyetorkan retribusi parkir di tempat tersebut sebesar Rp. 65 ribu tiap malam, padahal dia hanya bisa memungut parkir sebesar Rp. 30 ribu saja tiap malamnya.
“Target ini menjadi beban buat kami karena penghasilannya tidak sampai target. Kadang kalau malam minggu memang rame tapi tetap saja targetnya tidak terpenuhi,” keluhnya.
Menurutnya, belakangan ini pengunjung pasar malam tersebut minim karena hampir setiap malamnya hujan mengguyur lokasi tersebut. Petugas parkir ini meminta agar Perusda bersikap lebih bijaksana dengan menurunkan target. “Kalau terus-terusan ditarget sebesar itu, tentu kami harus norok tiap harinya, kami mohon kebijakan dari Perusda,” harapnya.
Sementara itu Direktur Perusda Jembrana, I GK Mulyartha ketika dikonfirmasi, Jumat (29/5) melalui kedua nomor ponselnya tidak berhasil dihubungi, begitu pula saat dihubungi ke kantornya, oleh stafnya dikatakan tidak ada di tempat.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 494 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 386 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 380 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik