Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
TNBB Ketatkan Aturan Wisata
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pengrusakan terumbu karang di wilayah Taman Nasional Bali Barat (TNBB)hingga kini masih marak. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, pihak TNBB mengetatkan aturan wisata agar ekosistem bawah laut itu bisa diselamatkan.
Jika hal tersebut diabaikan, kekayaan laut yang berupa beragam ikan dan berbagai jenis terumbu karang akan hancur. Otomatis dengan hancurnya kekayaan ekosistem bawah laut tersebut, daya tarik pariwisata yang selama ini cukup banyak menyedot wisatawan akan ikut-ikutan punah. Kepala Balai TNBB, Bambang Darmadja, Rabu (24/6) mengatakan faktor manusia dan faktor alam merupakan penyebab utama rusaknya kelestarian ekosistem bawah laut tersebut.
Menurut Darmadja, kerusakan ekosistem bawah laut oleh manusia dapat berupa penambangan batu karang, penangkapan ikan dengan cara-cara yang merusak, aktivitas wisata yang tidak bertanggung jawab, pemberian makan ikan hias, peralatan selam yang tidak terpasang dengan baik serta membuang sampah sembarangan. Sementara faktor alam antara lain meningkatnya hama terumbu karang dan meningkatnya suhu air laut, namun faktor alam ini jauh lebih kecil mengakibatkan kerusakan dibanding faktior manusia,ujarnya.
Untuk menyelamatkan ekosistem bawah laut tersebut, Darmadja melakukan berbagai upaya termasuk dengan mengetatkan aturan wisata bahari dengan menetapkan code of conduct di kawasan TNBB. Ika ada kegiatan wisata yang tidak mengkuti aturan ini kami akan bersikap tegas, tandasnya. Lanjut Darmadja, diperketatnya aturan wisata bahari ini selain untuk menyelamatkan ekosistem juga untuk menyelamatkan masyarakat yang hidup dari pariwisata.
Ini demi kelestarian alam, jika alam di TNBB rusak maka yang rugi bukan hanya TNBB saja. Masyarakatpun juga akan dirugikan dengan tidak ada wisatawan yang berkunjung. Jadi masyarakatpun harus peduli kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan penebangan pohon, tidak memburu binatang, tidak mengambil sumberdaya alam yang ada di kawasan TNBB serta tidak membuang sampah sembarangan, terangnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun