Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pangdam Udayana Warning Pengacau Pilpres
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Panglima Komando Daerah Militer IX Udayana Mayor Jenderal TNI Hotmangaradja Pandjaitan meminta kepada semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban pilpres besok. Jika Pemilu terganggu, duet aparat keamanan (TNI-Polri) akan berada di garda terdepan untuk memberikan sanksi terhadap pengacau.
Demikian ditegaskan Panglima Komando Daerah Militer IX Udayana Mayor Jenderal TNI Hotmangaradja Pandjaitan, pada apel persiapan pengamanan Pemilihan Presiden di Lapangan Renon, Denpasar, Selasa (7/7).
Pangdam mengingatkan semua orang ikut menjaga kelancaran pelaksanaan Pemilihan Presiden, Rabu (8/7).
“Jangan coba-coba berpikir untuk mengacaukan Pilpres karena kami akan menghadapinya dengan tegas,” ujarnya.
Ditegaskannya, TNI akan saling bahu membahu melanjutkan pengamanan bersama jajaran Kepolisian Daerah Bali, dalam pelaksanaan Pilpres.
“Selama saya menjadi Pangdam, tidak ada yang bisa memaksakan kehendaknya,” tegasnya.
Dikatakannya, masyarakat sekarang ini sudah dewasa berdemokrasi. Namun, Pangdam menegaskan, aparat keamanan akan bersiap diri untuk menghadapi situasi yang terburuk.
Idealnya, tandas Pangdam, hingga kini, belum ada laporan pihak intelijen mengenai potensi gangguan keamanan menjelang Pilpres.
Pernyataan tegas, juga disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol. T. Ashikin Husein.
Dikatakannya, untuk wilayah Bali, belum ada yang tergolong kategori daerah rawan keamanan.
Namun, ada kerawanan geografis seperti di daerah Nusa Penida, Klungkung yang harus melalui laut. Selain itu tidak ada.
Kapolda Ashikin memaparkan, setiap TPS di luar Kota Denpasar akan dijaga satu anggota polisi. Sedangkan di TPS yang ada Denpasar akan dijaga satu atau dua personel polisi.
Pertimbangannya karena keterbatasan personel dan daya jangkaunya dekat,” tegasnya.
Terkait keputusan Mahkamah Konstitusi soal diperbolehkannya pemilih menggunakan hak pilihnya hanya dengan menunjukkan KTP dan diperkirakan berpotensi menimbulkan gangguan, kata Kapolda Ashikin, pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPUD dan KPPS di masing-masing TPS.
Jelasnya, kata Kapolda, penggunaan tinta agar diberlakukan dengan baik sehingga para pemilih tidak bisa pindah menggunakan hak pilihnya. (Spy)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan