Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 31 Juli 2026
Usai Pencontrengan, Ketua KPPS Meninggal
Melaya
Kamis, 9 Juli 2009,
16:34 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Niat Wayan Suarba (40) untuk menunaikan tugasnya menjadi Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 8 Dusun Kembangsari, Tukadaya, Melaya terpaksa harus terkubur. Pasalnya, Suarba tidak kuasa menghindar dari maut yang menjemputnya persis pada hari pencontrengan, Rabu (8/7) malam.
Dari informasi yang dihimpun di rumah duka, Kamis (9/7), Suarba yang juga Kepala Dusun Kembangsari ini memang sakit sejak H-3 pencontrengan. Saat itu, Suarba mengeluhkan sakit perut yang disertai demam.
Lantaran bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya selaku Ketua KPPS, Suarba memaksakan diri untuk tetap melaksanakan tugasnya untuk mempersiapkan gelaran Pilpres di TPS yang menjadi tanggung jawabnya termasuk mengisi form C4.
Agar kondisinya tidak tambah parah, suami dari Ni Putu Wirati ini sempat diinjeksi oleh tim medis yang datang ke rumahnya. Sayangnya, obat injeksi yang dimasukkan ke tubuhnya tidak banyak membantu. Suhu tubuhnya semakin meningkat seiring dengan munculnya bintik hitam mirip cacar di tubuhnya. Kondisi yang semakin parah ini rupanya tidak menghalangi keinginan Suarba untuk menunaikan tugasnya yang tinggal selangkah lagi.
Rupanya Suarba hanya bisa bertahan sampai pada hari pencontrengan. Saat itu penyakitnya sudah benar-benar parah sehingga Suarba dipaksa oleh seorang sopir ambulance untuk diboyong ke RSUD Negara.
“Itu juga karena dipaksa oleh sopir ambulan tersebut,†ujar Nyoman Tastra (39), adik korban.
Menurut Tastra, kalau tidak dipaksa oleh sopir tersebut kemungkinan kakaknya masih bekerja. “Saat di rumah sakit, kakak saya masih memikirkan kerjaannya. Dia terus memonitor kegiatan di TPSnya melalui SMS,†imbuh Tastra.
Kondisi daya tahan tubuh Suarba makin menurun sehingga tidak mampu menahan penyakit yang terus menggerogotinya. Suarba kemudian muntah darah dan langsung dirujuk menuju RSUP Sanglah. Sayangnya, belum sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan itu, ayah dua anak ini keburu menghembuskan nafas yang terakhir.
“Kakak saya meninggal saat dalam perjalanan menuju Sanglah. Saat itu kira-kira ambulance baru sampai di Tegalcangkring,†terang Tastra. (dey)
Dari informasi yang dihimpun di rumah duka, Kamis (9/7), Suarba yang juga Kepala Dusun Kembangsari ini memang sakit sejak H-3 pencontrengan. Saat itu, Suarba mengeluhkan sakit perut yang disertai demam.
Lantaran bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya selaku Ketua KPPS, Suarba memaksakan diri untuk tetap melaksanakan tugasnya untuk mempersiapkan gelaran Pilpres di TPS yang menjadi tanggung jawabnya termasuk mengisi form C4.
Agar kondisinya tidak tambah parah, suami dari Ni Putu Wirati ini sempat diinjeksi oleh tim medis yang datang ke rumahnya. Sayangnya, obat injeksi yang dimasukkan ke tubuhnya tidak banyak membantu. Suhu tubuhnya semakin meningkat seiring dengan munculnya bintik hitam mirip cacar di tubuhnya. Kondisi yang semakin parah ini rupanya tidak menghalangi keinginan Suarba untuk menunaikan tugasnya yang tinggal selangkah lagi.
Rupanya Suarba hanya bisa bertahan sampai pada hari pencontrengan. Saat itu penyakitnya sudah benar-benar parah sehingga Suarba dipaksa oleh seorang sopir ambulance untuk diboyong ke RSUD Negara.
“Itu juga karena dipaksa oleh sopir ambulan tersebut,†ujar Nyoman Tastra (39), adik korban.
Menurut Tastra, kalau tidak dipaksa oleh sopir tersebut kemungkinan kakaknya masih bekerja. “Saat di rumah sakit, kakak saya masih memikirkan kerjaannya. Dia terus memonitor kegiatan di TPSnya melalui SMS,†imbuh Tastra.
Kondisi daya tahan tubuh Suarba makin menurun sehingga tidak mampu menahan penyakit yang terus menggerogotinya. Suarba kemudian muntah darah dan langsung dirujuk menuju RSUP Sanglah. Sayangnya, belum sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan itu, ayah dua anak ini keburu menghembuskan nafas yang terakhir.
“Kakak saya meninggal saat dalam perjalanan menuju Sanglah. Saat itu kira-kira ambulance baru sampai di Tegalcangkring,†terang Tastra. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3054 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1826 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026