Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Usai Pencontrengan, Ketua KPPS Meninggal
Melaya
Kamis, 9 Juli 2009,
16:34 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Niat Wayan Suarba (40) untuk menunaikan tugasnya menjadi Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 8 Dusun Kembangsari, Tukadaya, Melaya terpaksa harus terkubur. Pasalnya, Suarba tidak kuasa menghindar dari maut yang menjemputnya persis pada hari pencontrengan, Rabu (8/7) malam.
Dari informasi yang dihimpun di rumah duka, Kamis (9/7), Suarba yang juga Kepala Dusun Kembangsari ini memang sakit sejak H-3 pencontrengan. Saat itu, Suarba mengeluhkan sakit perut yang disertai demam.
Lantaran bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya selaku Ketua KPPS, Suarba memaksakan diri untuk tetap melaksanakan tugasnya untuk mempersiapkan gelaran Pilpres di TPS yang menjadi tanggung jawabnya termasuk mengisi form C4.
Agar kondisinya tidak tambah parah, suami dari Ni Putu Wirati ini sempat diinjeksi oleh tim medis yang datang ke rumahnya. Sayangnya, obat injeksi yang dimasukkan ke tubuhnya tidak banyak membantu. Suhu tubuhnya semakin meningkat seiring dengan munculnya bintik hitam mirip cacar di tubuhnya. Kondisi yang semakin parah ini rupanya tidak menghalangi keinginan Suarba untuk menunaikan tugasnya yang tinggal selangkah lagi.
Rupanya Suarba hanya bisa bertahan sampai pada hari pencontrengan. Saat itu penyakitnya sudah benar-benar parah sehingga Suarba dipaksa oleh seorang sopir ambulance untuk diboyong ke RSUD Negara.
“Itu juga karena dipaksa oleh sopir ambulan tersebut,†ujar Nyoman Tastra (39), adik korban.
Menurut Tastra, kalau tidak dipaksa oleh sopir tersebut kemungkinan kakaknya masih bekerja. “Saat di rumah sakit, kakak saya masih memikirkan kerjaannya. Dia terus memonitor kegiatan di TPSnya melalui SMS,†imbuh Tastra.
Kondisi daya tahan tubuh Suarba makin menurun sehingga tidak mampu menahan penyakit yang terus menggerogotinya. Suarba kemudian muntah darah dan langsung dirujuk menuju RSUP Sanglah. Sayangnya, belum sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan itu, ayah dua anak ini keburu menghembuskan nafas yang terakhir.
“Kakak saya meninggal saat dalam perjalanan menuju Sanglah. Saat itu kira-kira ambulance baru sampai di Tegalcangkring,†terang Tastra. (dey)
Dari informasi yang dihimpun di rumah duka, Kamis (9/7), Suarba yang juga Kepala Dusun Kembangsari ini memang sakit sejak H-3 pencontrengan. Saat itu, Suarba mengeluhkan sakit perut yang disertai demam.
Lantaran bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya selaku Ketua KPPS, Suarba memaksakan diri untuk tetap melaksanakan tugasnya untuk mempersiapkan gelaran Pilpres di TPS yang menjadi tanggung jawabnya termasuk mengisi form C4.
Agar kondisinya tidak tambah parah, suami dari Ni Putu Wirati ini sempat diinjeksi oleh tim medis yang datang ke rumahnya. Sayangnya, obat injeksi yang dimasukkan ke tubuhnya tidak banyak membantu. Suhu tubuhnya semakin meningkat seiring dengan munculnya bintik hitam mirip cacar di tubuhnya. Kondisi yang semakin parah ini rupanya tidak menghalangi keinginan Suarba untuk menunaikan tugasnya yang tinggal selangkah lagi.
Rupanya Suarba hanya bisa bertahan sampai pada hari pencontrengan. Saat itu penyakitnya sudah benar-benar parah sehingga Suarba dipaksa oleh seorang sopir ambulance untuk diboyong ke RSUD Negara.
“Itu juga karena dipaksa oleh sopir ambulan tersebut,†ujar Nyoman Tastra (39), adik korban.
Menurut Tastra, kalau tidak dipaksa oleh sopir tersebut kemungkinan kakaknya masih bekerja. “Saat di rumah sakit, kakak saya masih memikirkan kerjaannya. Dia terus memonitor kegiatan di TPSnya melalui SMS,†imbuh Tastra.
Kondisi daya tahan tubuh Suarba makin menurun sehingga tidak mampu menahan penyakit yang terus menggerogotinya. Suarba kemudian muntah darah dan langsung dirujuk menuju RSUP Sanglah. Sayangnya, belum sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan itu, ayah dua anak ini keburu menghembuskan nafas yang terakhir.
“Kakak saya meninggal saat dalam perjalanan menuju Sanglah. Saat itu kira-kira ambulance baru sampai di Tegalcangkring,†terang Tastra. (dey)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 494 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 385 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 379 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026