Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mabuk Berat, ABG vs ABG Tawuran

Gilimanuk

Selasa, 14 Juli 2009, 15:37 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Niat ingin menghibur diri dengan menikmati keindahan Teluk Gilimanuk, sekelompok Anak Baru Gede (ABG) asal Desa Sumberkima, Gerokgak, Buleleng malah menemui petaka. Mereka babak belur dikeroyok oleh lima ABG asal Kelurahan Gilimanuk, Melaya yang mabuk berat.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa pengeroyokan ini bermula ketika Angga Febriawan (17) bersama teman-temannya datang tiba di Gilimanuk untuk beristirahat sambil mengantar sepupunya. Saat sedang duduk-duduk menikmati keindahan Teluk Gilimanuk, tiba-tiba datang 5 ABG dengan wajah garang yang tanpa sebab langsung mengeroyok mereka.

Tidak terima dikeroyok mereka kemudian melapor ke KP3 Laut Gilimanuk. Beberapa saat kemudian polisi datang dan pengeroyokan itu akhirnya berhenti. Sementara, ABG pelaku pengeroyokan itu melarikan diri. Tidak lama berselang, puluhan anggota keluarga dan kerabat ABG Sumberkima itu ngelurug ke Kantor KP3 Gilimanuk dengan menggunakan beberapa mobil. Mereka meminta agar pelaku pengroyokan diproses sesuai hukum.

Saat teman-temannya berhasil melarikan diri namun tidak demikian dengan Dn (18). Dia berhasil ditangkap dan terpaksa harus berurusan dengan polisi KP3 Laut Gilimanuk. Dari pengakuannya terungkap kalau sebelum melakukan pengeroyokan Dn dan teman-temannya sempat minum sebotol arak dioplos 2 botol anggur merah di pantai Gilimanuk.

Menurutnya, dia dan teman-temannya emosi setelah mendengar salah satu ABG dari Sumberkima itu mengeluarkan kata makian. “Karena emosi saya, Iq, An dan Hr, kemudian mendatangi mereka. Yang memukuli mereka hanya Iq dan An, saya tidak ikut memukul hanya mendorong salah satu dari mereka,” ungkap pelajar kelas tiga SMA asal lingkungan Asih Timur Gilimanuk. Dn mengaku kalau minuman keras itu dibeli dari hasil kerjanya menjadi buruh bangunan selama libur sekolah. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami