Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Perkosa Darah Daging, Bapak dan Anak Dibui 15 Tahun
Tabanan
Kamis, 6 Agustus 2009,
18:18 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Wajah terdakwa I Nengah Sumiarta (54) dan terdakwa I Wayan Sutama (30) terdunduk lesu saat Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara pada sidang putusan yang digelar Kamis (6/8) di PN Tabanan.
Keduanya dinyatakan secara sah melanggar pasal 81 ayat1 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 65 ayat 1 KUHP dan pasal 46 UU nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT.
Bapak (Sumiarta) dan Anak (Sutama) yang tidak bermoral ini tega memperkosa dua cucu sekaligus anak mereka yakni I Putu AR (15) dan Ni Kadek MA (12) sejak tahun 2002 silam. Putusan Majelis Hakim terhadap kedua tersangka lebih ringan lima tahun dari tuntutan JPU 20 tahun penjara.
Jalannya sidang kedua Kakek dan Bapat bejat ini terpisah. Sidang putusan terdakwa I Nengah Sumiarta dipimpin oleh KMH Eddy Parulian Siregar.
Saat amar putusan dibacakan oleh Majelis Hakim yang menyatakan terdakwa bersalah dengan hukuman15 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider enam bulan penjara.
Terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya I Made Artayasa tampak tertunduk kemudian berusaha tegar. Terdakwa dinyatakan secara sah melanggar pasal 81 ayat1 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 65 ayat 1 KUHP dan pasal 46 UU nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT.
Atas putusan itu JPU I Gede Wiryasa dalam tuntutan awal memenjarakan Sumiarta hukuman 20 tahun penjara menyatakan pikir-pikir atas putusah majelis hakim. Sementra PH terdakwa dapat menerima putusan tersebut.
Sementara sidang terdakwa I Wayan Sutama (30) dipimpin oleh KMH Nenden Rieka Puspita juga menjatuhkan putusan 15 tahun penjara. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU Ni Made Karmiasih selama 20 tahun penjara.
Terdakwa Sutama juga dinyatakan dengan sah melanggar pasal pasal 81 ayat1 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 65 ayat 1 KUHP dan pasal 46 UU nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT.
Sama dengan putusan I Nengah Sumiarta yang tidak lain adalah bapak dari terdakwa Sutama. Kini kedua bapak dan kakek bejat itu harus memetik buah kelakuannya terhadap anak sekaligus cucu kandung mereka masing-masing dari balik jeruji pejara.
Sekedar mengingatkan, korban Putu AR sudah menjadi budak napsu terdakwa I Nengah Sumiarta sejak tahun 2002 silam.
Korban Putu AR yang juga cucu dari terdakwa Sumiarta mengaku digagahi sang kakek bejat saat suasana rumah sepi, ditambah lokasi rumah yang berjauhan dari lingkungan banjar Desa Meliling Kawan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.
Kejadian tak bermoral itu dialami oleh korban berulang kali. Ternyata tidak hanya kakeknya yang menggagahi korban, ternyata aksi bejat itu juga dilakukan ayah kandungnya sendikri yakni terdakwa I Wayang Sutama.
Ayah bejat ini tega menggauli darah dagingnya saat sang kakek (ayahnya) tidak berada di rumahnya. Yang mecengangkan, ternyata adik perempuan Putu AR yakni Kadek MA (12) juga menjadi kebuasan nafsu binatang terdakwa I Nengah Sumiarta (kakek korban) dan I Wayan Sutama (ayah kandung korban ).
Aib ini kemudian terbongkar saat korban Putu MA minggat dari rumahnya karena sudah tidak tahan dipaksa melayani nafsu binatang kakek dan ayah kandungnya sekitar bulan Januari 2009 silam. (nod)
Keduanya dinyatakan secara sah melanggar pasal 81 ayat1 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 65 ayat 1 KUHP dan pasal 46 UU nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT.
Bapak (Sumiarta) dan Anak (Sutama) yang tidak bermoral ini tega memperkosa dua cucu sekaligus anak mereka yakni I Putu AR (15) dan Ni Kadek MA (12) sejak tahun 2002 silam. Putusan Majelis Hakim terhadap kedua tersangka lebih ringan lima tahun dari tuntutan JPU 20 tahun penjara.
Jalannya sidang kedua Kakek dan Bapat bejat ini terpisah. Sidang putusan terdakwa I Nengah Sumiarta dipimpin oleh KMH Eddy Parulian Siregar.
Saat amar putusan dibacakan oleh Majelis Hakim yang menyatakan terdakwa bersalah dengan hukuman15 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider enam bulan penjara.
Terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya I Made Artayasa tampak tertunduk kemudian berusaha tegar. Terdakwa dinyatakan secara sah melanggar pasal 81 ayat1 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 65 ayat 1 KUHP dan pasal 46 UU nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT.
Atas putusan itu JPU I Gede Wiryasa dalam tuntutan awal memenjarakan Sumiarta hukuman 20 tahun penjara menyatakan pikir-pikir atas putusah majelis hakim. Sementra PH terdakwa dapat menerima putusan tersebut.
Sementara sidang terdakwa I Wayan Sutama (30) dipimpin oleh KMH Nenden Rieka Puspita juga menjatuhkan putusan 15 tahun penjara. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU Ni Made Karmiasih selama 20 tahun penjara.
Terdakwa Sutama juga dinyatakan dengan sah melanggar pasal pasal 81 ayat1 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 65 ayat 1 KUHP dan pasal 46 UU nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT.
Sama dengan putusan I Nengah Sumiarta yang tidak lain adalah bapak dari terdakwa Sutama. Kini kedua bapak dan kakek bejat itu harus memetik buah kelakuannya terhadap anak sekaligus cucu kandung mereka masing-masing dari balik jeruji pejara.
Sekedar mengingatkan, korban Putu AR sudah menjadi budak napsu terdakwa I Nengah Sumiarta sejak tahun 2002 silam.
Korban Putu AR yang juga cucu dari terdakwa Sumiarta mengaku digagahi sang kakek bejat saat suasana rumah sepi, ditambah lokasi rumah yang berjauhan dari lingkungan banjar Desa Meliling Kawan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.
Kejadian tak bermoral itu dialami oleh korban berulang kali. Ternyata tidak hanya kakeknya yang menggagahi korban, ternyata aksi bejat itu juga dilakukan ayah kandungnya sendikri yakni terdakwa I Wayang Sutama.
Ayah bejat ini tega menggauli darah dagingnya saat sang kakek (ayahnya) tidak berada di rumahnya. Yang mecengangkan, ternyata adik perempuan Putu AR yakni Kadek MA (12) juga menjadi kebuasan nafsu binatang terdakwa I Nengah Sumiarta (kakek korban) dan I Wayan Sutama (ayah kandung korban ).
Aib ini kemudian terbongkar saat korban Putu MA minggat dari rumahnya karena sudah tidak tahan dipaksa melayani nafsu binatang kakek dan ayah kandungnya sekitar bulan Januari 2009 silam. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5940 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4654 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026