Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 22 September 2026
Masih Menjadi Milik Pelari Kenya
Renon
Minggu, 9 Agustus 2009,
10:46 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Lomba lari Bali 10 K ‘Run For Unity’, pagi ini digelar di Denpasar Bali. Seperti tahun sebelumnya, lomba kali ini masih didominasi pelari dari Kenya.
Sejak bendera start dikibarkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, sekelompok pelari putra Kenya sudah menunjukkan keperkasaannya. Mereka langsung melesat meninggalkan ribuan pelari lain jauh dibelakang.
Selanjutnya, kelompok pelari putra asal pesisir timur benua Afrika ini tampak memimpin jalannya lomba. Lintasan lomba mulai jalan raya Puputan Renon-Diponegoro-Puputan Badung-Surapati-Hayam Wuruk-hingga kembali ke garis start di lapangan Puputan Margarana Renon, dilewati dengan langkah cepat dan meyakinkan.
Menjelang garis finis terjadi persaingan ketat antara tiga pelari di kelompok elit internasional putra asal Kenya, yakni Willy Kariku Mwangi, Evans Osoro Mayoyo, dan Kennedy Kiproo Lilan.
Pertarungan di kelompok pelari elite internasional putra akhirnya dimenangkan pelari Kennedy Kiproo Lilan dengan catatan waktu 28 menit 31 detik. Juara dua dan tiga juga diraih pelari Kenya lainnya Willy Kariku Mwangi (28 menit 32 detik) dan Evans Osoro Mayoyo (28 menit 34 detik).
Di nomor elite internasional putri, atlet Indonesia asal Salatiga, Triyaningsih, mengukir prestasi dengan meraih juara pertama dengan catatan waktu 33 menit 36 detik. Sementara juara dua dan tiga di kelompok elit international putri diraih dua atlet Kenya yakni Chaterine Kwambako (34 menit 54 detik) dan Lydia Rutto (35 menit 13 detik).
Di kelompok elit nasional putra, juara pertama diraih pelari Jauhari Johan dari Sulawesi Selatan ( 30 menit 54 detik), disusul Ari Swandana dari Jawa Tengah ( 31 menit 51 detik) dan pelari Osias Kamlase dari Bali ( 33 menit).
Pada kelompok elit nasional putri, posisi pertama diraih pelari Jawa Tengah Unik Setyorini ( 37 menit 10 detik), disusul Olivia Sadi dari Kalimantan Timur ( 37 menit 31 detik) dan Merry Baidju dari NTT ( 39 menit 29 detik).
Lomba lari Bali 10 Kilometer 2009 ini diikuti sekitar 3000 orang pelari, dimana 31 orang diantaranya merupakan pelari elit internasional. Lomba untuk menyambut hari jadi Pemprov Bali ini berhadiah uang total Rp338,5 juta. (bob)
Sejak bendera start dikibarkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, sekelompok pelari putra Kenya sudah menunjukkan keperkasaannya. Mereka langsung melesat meninggalkan ribuan pelari lain jauh dibelakang.
Selanjutnya, kelompok pelari putra asal pesisir timur benua Afrika ini tampak memimpin jalannya lomba. Lintasan lomba mulai jalan raya Puputan Renon-Diponegoro-Puputan Badung-Surapati-Hayam Wuruk-hingga kembali ke garis start di lapangan Puputan Margarana Renon, dilewati dengan langkah cepat dan meyakinkan.
Menjelang garis finis terjadi persaingan ketat antara tiga pelari di kelompok elit internasional putra asal Kenya, yakni Willy Kariku Mwangi, Evans Osoro Mayoyo, dan Kennedy Kiproo Lilan.
Pertarungan di kelompok pelari elite internasional putra akhirnya dimenangkan pelari Kennedy Kiproo Lilan dengan catatan waktu 28 menit 31 detik. Juara dua dan tiga juga diraih pelari Kenya lainnya Willy Kariku Mwangi (28 menit 32 detik) dan Evans Osoro Mayoyo (28 menit 34 detik).
Di nomor elite internasional putri, atlet Indonesia asal Salatiga, Triyaningsih, mengukir prestasi dengan meraih juara pertama dengan catatan waktu 33 menit 36 detik. Sementara juara dua dan tiga di kelompok elit international putri diraih dua atlet Kenya yakni Chaterine Kwambako (34 menit 54 detik) dan Lydia Rutto (35 menit 13 detik).
Di kelompok elit nasional putra, juara pertama diraih pelari Jauhari Johan dari Sulawesi Selatan ( 30 menit 54 detik), disusul Ari Swandana dari Jawa Tengah ( 31 menit 51 detik) dan pelari Osias Kamlase dari Bali ( 33 menit).
Pada kelompok elit nasional putri, posisi pertama diraih pelari Jawa Tengah Unik Setyorini ( 37 menit 10 detik), disusul Olivia Sadi dari Kalimantan Timur ( 37 menit 31 detik) dan Merry Baidju dari NTT ( 39 menit 29 detik).
Lomba lari Bali 10 Kilometer 2009 ini diikuti sekitar 3000 orang pelari, dimana 31 orang diantaranya merupakan pelari elit internasional. Lomba untuk menyambut hari jadi Pemprov Bali ini berhadiah uang total Rp338,5 juta. (bob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8277 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5727 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3576 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2422 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026