Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Dewan Baru Pilih Hadir
Negara
Selasa, 11 Agustus 2009,
16:59 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Meski masih terjadi pro kontra antara legislatif dengan eksekutif terkait jadwal pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPRD Jembrana 2009-2014, sejumlah anggota dewan anyar lebih memilih hadir sesuai undangan yang telah diterimanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kisruh terkait jadwal pelantikan dan pengambilan sumpah dewan anyar ini berawal belum ditemukannya kata sepakat antara pihak legislatif dengan eksekutif. Pelantikan versi eksekutif akan dilaksanakan Kamis (13/8) mendatang.
Sementara, legislatif menghendaki pelantikan dilaksanakan Jumat (14/8). Namun, anggota dewan anyar telah menerima undangan pelantikan dan pengambilan sumpah pada Kamis (13/8).
I Kade Darma Susila, salah seorang anggota dewan anyar saat dikonfirmasi, Selasa (11/8) mengakui kalau pihaknya telah mendapat undangan pelantikan pada Kamis (13/8).
“Kita cari amannya. Apalagi hanya ada satu undangan resmi yakni tanggal 13 saja. Kalau tanggal 14 tidak ada. Makanya saya akan datang, terlepas soal dilantik atau tidak itu urusan belakang, yang penting hadiri undangan itu dulu,“ tandas dewan anyar usungan Partai Gerindra.
Sedangkan, I Ketut Murtiasih, anggota dewan anyar asal PIB mengaku juga akan menghadiri undangan Kamis (13/8) mendatang. “Karena itu undangan pelantikan dewan baru dan saya sebagai wakil rakyat yang harus dilantik, konsekuensinya harus menghadirinya. Masalah nanti diundur dan sebagainya, lihat nanti saja, “ ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan, Ketut Suarta, anggota dewan baru asal PNBK. Menurut Suarta sebagai wakil rakyat dirinya berkewajiban untuk datang dalam pelantikan pada Kamis (13/8) sesuai undangan yang diterimanya.
“Karena itu undangan resmi untuk pelantikan anggota dewan, saya secara pribadi dan sebagai wakil rakyat jelas akan hadir memenuhi undangan tersebut karena itu moment penting,“ ujarnya.
Semestinya, kata Suarta, dewan harus bisa bersinergi dengan eksekutif untuk membangun Jembrana. “Sebagai wakil rakyat hendaknya jangan bertentangan dengan eksekutif dengan tidak menghilangkan fungsi kontrol,†ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi A, Putu Dwita saat dikonfrimasi terpisah, Selasa (11/8) tetap kekeh kalau pelantikan yang dilakukan pada Kamis (13/8) tidak sesuai dengan aturan ketatanegeraan.
“Acuan kita adalah hasil rapat paripurna serta penjelasan KPU kalau jadwal pelantikan tanggal 14 Agustus. Nah kalau tetap dipaksakan dan acara pelantikan tidak ada yang mimpin dari unsur pimpinan dewan, acara itu jelas tidak sah,“ tandasnya. (dey)
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kisruh terkait jadwal pelantikan dan pengambilan sumpah dewan anyar ini berawal belum ditemukannya kata sepakat antara pihak legislatif dengan eksekutif. Pelantikan versi eksekutif akan dilaksanakan Kamis (13/8) mendatang.
Sementara, legislatif menghendaki pelantikan dilaksanakan Jumat (14/8). Namun, anggota dewan anyar telah menerima undangan pelantikan dan pengambilan sumpah pada Kamis (13/8).
I Kade Darma Susila, salah seorang anggota dewan anyar saat dikonfirmasi, Selasa (11/8) mengakui kalau pihaknya telah mendapat undangan pelantikan pada Kamis (13/8).
“Kita cari amannya. Apalagi hanya ada satu undangan resmi yakni tanggal 13 saja. Kalau tanggal 14 tidak ada. Makanya saya akan datang, terlepas soal dilantik atau tidak itu urusan belakang, yang penting hadiri undangan itu dulu,“ tandas dewan anyar usungan Partai Gerindra.
Sedangkan, I Ketut Murtiasih, anggota dewan anyar asal PIB mengaku juga akan menghadiri undangan Kamis (13/8) mendatang. “Karena itu undangan pelantikan dewan baru dan saya sebagai wakil rakyat yang harus dilantik, konsekuensinya harus menghadirinya. Masalah nanti diundur dan sebagainya, lihat nanti saja, “ ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan, Ketut Suarta, anggota dewan baru asal PNBK. Menurut Suarta sebagai wakil rakyat dirinya berkewajiban untuk datang dalam pelantikan pada Kamis (13/8) sesuai undangan yang diterimanya.
“Karena itu undangan resmi untuk pelantikan anggota dewan, saya secara pribadi dan sebagai wakil rakyat jelas akan hadir memenuhi undangan tersebut karena itu moment penting,“ ujarnya.
Semestinya, kata Suarta, dewan harus bisa bersinergi dengan eksekutif untuk membangun Jembrana. “Sebagai wakil rakyat hendaknya jangan bertentangan dengan eksekutif dengan tidak menghilangkan fungsi kontrol,†ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi A, Putu Dwita saat dikonfrimasi terpisah, Selasa (11/8) tetap kekeh kalau pelantikan yang dilakukan pada Kamis (13/8) tidak sesuai dengan aturan ketatanegeraan.
“Acuan kita adalah hasil rapat paripurna serta penjelasan KPU kalau jadwal pelantikan tanggal 14 Agustus. Nah kalau tetap dipaksakan dan acara pelantikan tidak ada yang mimpin dari unsur pimpinan dewan, acara itu jelas tidak sah,“ tandasnya. (dey)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 494 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 385 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 379 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026