Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 2 Juli 2026
Pelabuhan Gilimanuk Rawan Disusupi Bahan Peledak
Denpasar
Rabu, 12 Agustus 2009,
18:46 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna mengatakan Pelabuhan Gilimanuk belum memiliki peralatan canggih untuk mendeteksi serbuk bahan peledak. Padahal peralatan itu sangatlah diperlukan guna mendeteksi jika ada serbuk bahan peledak yang akan masuk Bali, baik lewat kendaraan umum maupun pribadi.
“Alat untuk mendeteksi serbuk bahan peledak ini berbentuk cairan. Harganya ratusan juta rupiah. Tapi Polda tidak punya dana untuk membeli itu. Memang ada dana dari Polri, namun dana itu diperuntukkan untuk dana operasional anggota dilapangan,†ujarnya.
Disinggung kenapa tidak menggunakan dana Rp 10 milyar yang rencananya akan digelontorkan Gubernur sebagai dana pengamanan ?
Jenderal bintang dua ini menegaskan, persoalan itu sudah dibicarakan dengan Gubernur dan sudah mendapat dukungan.
“Gubernur sangat mendukung sekali. Tapi kita tidak mau menerima uang tapi barang hibah. Kalau terima uang, nanti kita diperiksa KPK, saya tidak mau seperti itu. Saya mau bekerja secara professional untuk mengoptimalkan pengamanan di Bali,â€ujarnya tegas.
Lebih lanjut Sutisna mengatakan, untuk menjaga keamanan Bali agar tetap utuh, diperlukan kerjasama lintas sektoral. Dimulai dari pemerintah setempat, komponen masyarakat dan masyarakat sendiri.
Dijelaskannya, Noordin Moh Top dan kelompoknya masih berkeliaran menebarkan teror di masyarakat. Sementara Bali sendiri yang masih potensial dijadikan sasaran empuk kelompok teroris.
“Antisipasi sudah kita lakukan setiap saat dengan gerakan dan fungsi metode yang sudah ada. Yang penting ada kiat dan terobosan terbaru untuk menangkal gangguan kamtibmas,â€beber Jenderal asal Bandung ini, Rabu (12/8). (spy)
“Alat untuk mendeteksi serbuk bahan peledak ini berbentuk cairan. Harganya ratusan juta rupiah. Tapi Polda tidak punya dana untuk membeli itu. Memang ada dana dari Polri, namun dana itu diperuntukkan untuk dana operasional anggota dilapangan,†ujarnya.
Disinggung kenapa tidak menggunakan dana Rp 10 milyar yang rencananya akan digelontorkan Gubernur sebagai dana pengamanan ?
Jenderal bintang dua ini menegaskan, persoalan itu sudah dibicarakan dengan Gubernur dan sudah mendapat dukungan.
“Gubernur sangat mendukung sekali. Tapi kita tidak mau menerima uang tapi barang hibah. Kalau terima uang, nanti kita diperiksa KPK, saya tidak mau seperti itu. Saya mau bekerja secara professional untuk mengoptimalkan pengamanan di Bali,â€ujarnya tegas.
Lebih lanjut Sutisna mengatakan, untuk menjaga keamanan Bali agar tetap utuh, diperlukan kerjasama lintas sektoral. Dimulai dari pemerintah setempat, komponen masyarakat dan masyarakat sendiri.
Dijelaskannya, Noordin Moh Top dan kelompoknya masih berkeliaran menebarkan teror di masyarakat. Sementara Bali sendiri yang masih potensial dijadikan sasaran empuk kelompok teroris.
“Antisipasi sudah kita lakukan setiap saat dengan gerakan dan fungsi metode yang sudah ada. Yang penting ada kiat dan terobosan terbaru untuk menangkal gangguan kamtibmas,â€beber Jenderal asal Bandung ini, Rabu (12/8). (spy)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026