Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 9 Oktober 2026
Pelabuhan Gilimanuk Rawan Disusupi Bahan Peledak
Denpasar
Rabu, 12 Agustus 2009,
18:46 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna mengatakan Pelabuhan Gilimanuk belum memiliki peralatan canggih untuk mendeteksi serbuk bahan peledak. Padahal peralatan itu sangatlah diperlukan guna mendeteksi jika ada serbuk bahan peledak yang akan masuk Bali, baik lewat kendaraan umum maupun pribadi.
“Alat untuk mendeteksi serbuk bahan peledak ini berbentuk cairan. Harganya ratusan juta rupiah. Tapi Polda tidak punya dana untuk membeli itu. Memang ada dana dari Polri, namun dana itu diperuntukkan untuk dana operasional anggota dilapangan,†ujarnya.
Disinggung kenapa tidak menggunakan dana Rp 10 milyar yang rencananya akan digelontorkan Gubernur sebagai dana pengamanan ?
Jenderal bintang dua ini menegaskan, persoalan itu sudah dibicarakan dengan Gubernur dan sudah mendapat dukungan.
“Gubernur sangat mendukung sekali. Tapi kita tidak mau menerima uang tapi barang hibah. Kalau terima uang, nanti kita diperiksa KPK, saya tidak mau seperti itu. Saya mau bekerja secara professional untuk mengoptimalkan pengamanan di Bali,â€ujarnya tegas.
Lebih lanjut Sutisna mengatakan, untuk menjaga keamanan Bali agar tetap utuh, diperlukan kerjasama lintas sektoral. Dimulai dari pemerintah setempat, komponen masyarakat dan masyarakat sendiri.
Dijelaskannya, Noordin Moh Top dan kelompoknya masih berkeliaran menebarkan teror di masyarakat. Sementara Bali sendiri yang masih potensial dijadikan sasaran empuk kelompok teroris.
“Antisipasi sudah kita lakukan setiap saat dengan gerakan dan fungsi metode yang sudah ada. Yang penting ada kiat dan terobosan terbaru untuk menangkal gangguan kamtibmas,â€beber Jenderal asal Bandung ini, Rabu (12/8). (spy)
“Alat untuk mendeteksi serbuk bahan peledak ini berbentuk cairan. Harganya ratusan juta rupiah. Tapi Polda tidak punya dana untuk membeli itu. Memang ada dana dari Polri, namun dana itu diperuntukkan untuk dana operasional anggota dilapangan,†ujarnya.
Disinggung kenapa tidak menggunakan dana Rp 10 milyar yang rencananya akan digelontorkan Gubernur sebagai dana pengamanan ?
Jenderal bintang dua ini menegaskan, persoalan itu sudah dibicarakan dengan Gubernur dan sudah mendapat dukungan.
“Gubernur sangat mendukung sekali. Tapi kita tidak mau menerima uang tapi barang hibah. Kalau terima uang, nanti kita diperiksa KPK, saya tidak mau seperti itu. Saya mau bekerja secara professional untuk mengoptimalkan pengamanan di Bali,â€ujarnya tegas.
Lebih lanjut Sutisna mengatakan, untuk menjaga keamanan Bali agar tetap utuh, diperlukan kerjasama lintas sektoral. Dimulai dari pemerintah setempat, komponen masyarakat dan masyarakat sendiri.
Dijelaskannya, Noordin Moh Top dan kelompoknya masih berkeliaran menebarkan teror di masyarakat. Sementara Bali sendiri yang masih potensial dijadikan sasaran empuk kelompok teroris.
“Antisipasi sudah kita lakukan setiap saat dengan gerakan dan fungsi metode yang sudah ada. Yang penting ada kiat dan terobosan terbaru untuk menangkal gangguan kamtibmas,â€beber Jenderal asal Bandung ini, Rabu (12/8). (spy)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1524 Kali
02
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1276 Kali
03
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 738 Kali
04
Desa Batuan Gianyar Raih Juara I Learning Village Dunia
Dibaca: 663 Kali
05
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 653 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026