Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kejari Negara Kerja Marathon

Beritabali.com, Negara

Selasa, 25 Agustus 2009, 16:19 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Gerah dinilai lambat dalam menuntaskan berbagai dugaan kasus korupsi di Jembrana, Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara bekerja marathon. Kasus ambrolnya senderan di Tukad Ijogading merupakan salah satu kasus yang digeber penyelesaiannya.



Dari informasi yang dihimpun, Selasa (25/8) saat ini kasus ambrolnya senderan di Tukad Ijogading telah berhasil menetapkan satu tersangka, yakni Gede Artawan selaku Direktur PT. Bayu Duta Sejati yang mengerjakan proyek senilai Rp. 1,9 miliar. Sedangkan tersangka lainnya masih dibidik.



Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Negara, Andari Koestamastoeti,S.H ketika dihubungi Selasa (25/8) membenarkan kalau pihaknya saat ini sedang memeriksa tersangka kasus ambrolnya senderan di Tukad Ijogading tersebut.

”Meskipun puasa kami berusaha maksimal melakukan pemeriksaan,” katanya. Sementara Kasi Pidsus, Endrianto Isbandi menambahkan kalau dalam kasus tersebut pihaknya telah menetapkan seorang tersangka. “Kami masih mencari tersangka lainnya dari berbagai pengembangan,” katanya.

Menurut Endrianto, dari keterangan pemborong terungkap kalau proyek tersebut serah terima awal sudah 100 persen. Namun dua kali terjangan banjir membuat proyek tersebut ambrol.



“Karena jebol, Dinas PULH berusaha memperbaiki disertai dengan perubahan gambar namun tidak disertai dengan penambahan dana. Karena ada perubahan gambar ini, rekanan mengaku tidak sanggup mengerjakan sehingga proyek tersebut ditinggalkan,” terangnya.

Sementara dari keterangan Kadis PULH, imbuh Endrianto, sudah menegur pihak rekanan baik secara tertulis maupun lisan bahkan sudah diupayan dengan memperpanjang masa pemeliharaan namun pihak rekanan tetap tidak mau memperbaikinya.



“Jadi kondisi proyek hancur seperti sekarang ini. Itu baru keterangan dari dua pihak, nanti kami kembangkan lagi sehingga tidak menutup kemungkinan akan berkembang sampai ke tingkat atas untuk mengetahui siapa sebenarnya yang berkompeten dalam proyek ini. Nanti kami konfrontir sehingga semuanya menjadi jelas,” terangnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami