Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Remaja Tuntut Pendidikan Kesehatan Reproduksi
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Lembaga Remaja, Kita Sayang remaja merekomendasikan kepada pemerintah daerah Bali untuk menyediakan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja di Bali. Kisara berharap pendidikan kesehatan reproduksi tersebut dilaksanakan secara terstruktur di dalam sistem pendidikan.
Rekomendasi ini dituangkan dalam sebuah Deklarasi yang di berinama Deklarasi Remaja Bali yang rencananya akan ditandatangani oleh Remaja Bali dan Instansi pemerintah khususnya Dinas pendidikan Bali pada 12 September mendatang.
Koordinator Kisara Bali I Nyoman Sutarsa ketika ditemui Beritabali.com di Denpasar, Rabu (2/9) menyebutkan deklarasi Remaja Bali ini merupakan bentuk sikap remaja terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada remaja. Belum lagi selama ini kebijakan terkait remaja yang dikeluarkan pemerintah tanpa melibatkan unsur remaja dalam penyusunannya.
â€Remaja tidak mendapatkan porsi yang pas, ketika suatu program dirumuskan, katakanlah kebijakan yang mengenai kesehatan reproduksi,†papar I Nyoman Sutarsa.
Koordinator Kisara Bali I Nyoman Sutarsa menyampaikan remaja Bali pada dasarnya juga sangat berharap instansi pendidikan dan komponen masyarakat tidak melakukan intimidasi terhadap remaja yang mengalami kehamilan diluar nikah (KTD).
Berdasarkan data Kisara Bali dalam satu bulan terdapat sekitar 32 kehamilan tidak diinginkan pada remaja di Kota Denpasar. Data ini terungkap dari hasil survey Kisara Bali terhadap remaja di Denpasar selama September 2008 hingga Januari 2009. Kisara Bali mencatat sekitar 10,6 persen remaja umur 14-17 tahun di kota Denpasar mengaku pernah melakukan hubungan seksual. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun