Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bule Jerman Sandera Istri Selama 2 Hari

Beritabali.com, Kuta

Minggu, 13 September 2009, 19:35 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Seorang bule asal Jerman, Martin Calplores (50), menyekap istrinya Sriyati (39) selama dua hari. Penyekapan itu terjadi, Minggu (13/9) di Jalan Kunti II No 52 Seminyak Kuta Badung.



Drama penyekapan itu berakhir ditangan Polsek Kuta. Setelah petugas berhasil menyelamatkan Sriyati dan membawa Martin ke Polsek Kuta, untuk menjalani pemeriksaan.



Drama penyekapan itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Sriyati sebelumnya sudah disekap didalam rumahnya oleh sang suami, Martin. Yang mengenaskan, selama penyekapan, Sriyati tidak diberi makan. Bahkan, seluruh pintu dan jendela dikunci rapat-rapat.

Penyekapan ini terbongkar, setelah Sriyatri sempat menelpon ibunya Kasmi (78) yang tinggal di Jalan Abimanyu Kuta. Di gagang telpon, Sriyati mengatakan kepada ibunya, bahwa dia disekap dan meminta ibunya agar bersedia menjaga anaknya jika dirinya menerima ajal.



Merasa anaknya dalam bahaya, Kasmi melaporkannya ke Polsek Kuta. “Sriyati nelpon saha dan bilang dirinya dalam bahaya dan minta menitip anaknya. Saya langsung kumpulkan anggota keluarga,” ucap Kasmi saat di lokasi kejadian.

Namun, setelah mereka tiba disana, rumah Sriyati tertutup rapat. Bahkan, saat ibunya nelpon Sriyati, tidak diangkat.

“Saya malah khawatir, apalagi malam kemarin dia telpon katanya lapar seharian tidak diberi makan,” jelasnya dengan mata berkaca-kaca.

Berdasarkan saran keluarga, kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Kuta. Petugas Polsek Kuta yang datang kelokasi tidak bisa berbuat banyak. Pintu rumah tertutup rapat dan gerbang pagar depan juga terkunci.

Tak ingin berlama lama, petugas langsung melompat pagar dan menggedor pintu. Tapi, Martin yang diduga berada didalam tidak mau membuka pintu. Walhasil, petugas terpaksa mengambil linggis untuk membuka paksa pintu.

Takut rumahnya rusak, Martin berteriak dari dalam dengan bahasa Jerman. Diduga, Bule Jerman ini terlihat marah dan mengusir polisi. Anehnya Sriyati belum keluar rumah. Namun, setengah jam bernegosiasi antara Martin dan Kasmi, Sriyati pun keluar.

Perempuan asal Blambangan Muncar Banyuwangi ini, bagai kesetanan. Bahkan, seorang potografer media local dikejarnya. Diduga, Sriyati marah, karena dirinya difoto.

“Heii jangan dimasukkan koran, aku gak mau, siapa kamu,” teriaknya sambil berlari mengejar juru foto tersebut.

Apes, sempat terjadi kejar kejaran, Sriyati dan juru foto itu sama sama terjatuh di aspal jalan raya. Petugas yang melihat insiden itu bergegas mengamankan Sriyati dan juru foto itu.

Tak hanya sampai disitu. Sriyati kembali marah kepada ibunya. Sontak saja, dia memukul kepala dan tubuh ibunya berkali-kali sebagai luapan emosinya karena kasusnya dilaporkan ke polisi.

Petugas kembali mengamankan Sriyati dan membawanya ke mobil petugas dan membawanya ke mapolsek Kuta.
Sementara, petugas mencoba bernegosiasi dengan Martin Calplores, yang enggan keluar rumah.

Setelah ada negosiasi hampir dua jam lebih tepatnya sekitar pukul 12.30 Wita, bule yang berkaca mata hitam ini digelandang ke Polsek Kuta.



Aparat kepolisian Polsek Kuta, hingga sore tadi belum bisa memberikan keterangan. Ada dugaan, kasus ini akan diselesaikan secara kekeluargaan. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami