Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gagal Test, Jadi Cleaning Service

Beritabali.com, Negara

Selasa, 15 September 2009, 15:10 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kebijakan Bupati Jembrana, I Gede Winasa untuk mewajibkan seluruh pegawainya menguasai komputer mulai “makan korban”. Setidaknya lima orang staf tata usaha (TU) pada sekolah dasar (SD) terpaksa harus meninggalkan tempat duduknya lantaran dipindah menjadi cleaning service di RSUD Negara. Sementara lima staf tata usaha di SMKN 3 Negara, nasibnya masih harus ditentukan dalam test komputer ulang pekan mendatang.



Keinginan Winasa agar seluruh stafnya menguasai komputer ternyata bukan lip service belaka. Lima staf TU yang “terpaksa” dimutasi menjadi cleaning service di RSUD Negara merupakan dampak dari keberangan Winasa saat menyidak sekolah-sekolah beberapa waktu yang lalu.

Kala itu, selain memantau keberadaan siswa, guru, tenaga tata usaha serta fisik sekolah, Winasa juga melakukan pengecekan kemampuan staf tata usaha dalam mengoperasikan komputer.



Winasa berang manakala dilaporkan kalau masih ada staf TU yang belum bisa mengoperasikan komputer. Menurut Winasa, semestinya seluruh staf tata usaha harus bisa mengoperasikan komputer karena sangat berpengaruh kepada kinerja sekolah itu sendiri.

“Kalau tidak bisa komputer, otomatis pengerjaan administrasi sekolah macet karena komputer merupakan alat bantu utama penyelesaian administrasi sekolah, utamanya keuangan,” ujar Winasa.



Berdasarkan hasil test komputer yang dilakukan oleh pihak Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Jembrana (STITNA), terungkap masih ada staf TU yang belum menguasai komputer. “Kita masih berikan toleransi. Kalau test pertama tidak lulus, kita beri kesempatan untuk mengulang pada test kedua. Kalau masih tidak lulus juga, kita sudah angkat tangan,” ujar seorang sumber yang tidak mau namanya dionlinekan, Selasa (15/9).

Sementara Winasa saat dikonfirmasi di sela-sela pemantauan harga di Pasar Umum Negara, Selasa (15/9) membenarkan kalau pihaknya telah memutasi lima orang staf TU di sejumlah SD menjadi cleaning service di RSUD Negara.

“Setelah ditest ternyata lima orang staf itu tidak bisa komputer,“tandasnya. Padahal, kata Winasa, kelima orang staf TU itu telah diberikan kesempatan test ulang namun mereka malah memilih mangkir dari test ulang tersebut. “Saat test pertama mereka tidak lulus. Lalu kita beri waktu belajar selama tiga minggu untuk ikut test ulang. Setelah ditunggu ternyata mereka memilih tidak hadir dalam test ulang tersebut,” terangnya.

Winasa mengaku tidak bisa mentolerir lagi staf-staf yang tidak bisa komputer karena semua administrasi di Jembrana sudah dikerjakan dengan komputer. “Kalau tidak bisa komputer, terus apa yang mau dikerjakan. Kan semua administrasi dikerjakan dengan komputer. Selain itu sudah sejak lama kita tidak pernah
beli mesin ketik lagi,” selorohnya.

Menurut Winasa, gerbong mutasi staf utamanya yang tidak bisa komputer masih terus akan berlanjut, tergantung hasil test komputer yang dilaksanakan STITNA. “Lima staf TU di SMK 3 juga masih menunggu hasil test ulang. Masak sekolah komputer staf TUnya tidak bisa komputer?” ujarnya.



Winasapun memastikan apabila kelima staf TU SMKN 3 Negara itu tidak lulus test komputer ulangan, nasibnya akan sama dengan lima staf TU yang telah dimutasi menjadi cleaning service. “Kalau tidak lulus, posisi cleaning service sudah menunggu,” tandasnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami