Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Ibu Hamil Kesurupan Arwah Koming
Beritabali.com, Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Upaya keluarga Ni Komang Ari Safitri (17) alias Koming, untuk menemukan siswi kelas satu SMA Gilimandala benar-benar tak kenal putus asa.
Hutan Bali Baratpun diobok-obok untuk menemukan Koming lantaran Mila (22), seorang ibu rumah tangga yang hamil anak pertama kesurupan yang mengatakan kalau Koming tewas dibunuh dan mayatnya dikubur di Hutan Bali Barat, tepatnya di rawa-rawa Sumur Kembar, Penginuman, Gilimanuk.
Dari informasi yang dihimpun, Selasa (22/9) pencarian Koming berdasarkan petunjuk Mila (22), warga Lingkungan Asih Gang VI Gilimanuk yang kesurupan arwah Koming dimulai sejak Senin (21/9) malam.
Ibu rumah tangga yang baru dua bulan menetap di Gilimanuk tiba-tiba kesurupan lantaran diduga dimasuki arwah Koming padahal sebelumnya perempuan asal Madura tersebut tidak mengenal Koming.
Entah mengapa, perempuan yang sedang hamil dua bulan ini tiba-tiba kesurupan dengan menggunakan bahasa Bali bercampur bahasa Indonesia yang logatnya mirip Koming memberitahu kalau dirinya dibunuh oleh pelaku yang menganiaya Abdi Talib (20) pemuda asal dusun Melaya Pantai, Melaya.
Saat itu dikatakan kalau laki-laki yang menghabisi nyawanya berisial D, asal Melaya dengan menghantam kepalanya menggunakan kayu. Setelah dibunuh, mayat Koming kemudian dibawa dengan sepeda motor lalu ditenggelamkan di rawa-rawa.
Mendengar petunjuk tersebut, keluarga Koming langsung mengobok-obok rawa-rawa di Sumur Kembar tersebut. Sayangnya, hingga pagi menjelang pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Setelah kerurupan itu, Mila sempat tersadar namun kembali kesurupan dan meminta agar Koming dicari lagi di lokasi yang sama dengan membawa sesajen agar mayat Koming yang disembunyikan wong samar (penghuni gaib kawasan sumur kembar) segera ditemukan dan mengancam sebelum Koming ditemukan arwah Koming tidak mau keluar dari tubuh Mila.
Petunjuk itu pun kembali diikuti oleh pihak keluarga Koming. Dengan membawa sesajen dan lengkap dengan pemangku, pencarianpun kembali dilakukan. Belum sempat melakukan pencarian, tiba-tiba dari hubungan telepon diketahui kalau Mila kembali kesurupan dan hanya mau ditemui oleh keluarga Mila.
Setelah ditemui, ternyata keluarga Koming diminta untuk mengosongkan wilayah itu dulu untuk dilakukan ritual persembahyangan sebelum melakukan pencarian. Setelah ritual berakhir, pencarianpun dilakukan.
Lima orang laki-laki tampak turun menelusuri setiap sudut di rawa-rawa tersebut, sementara yang lainnya mencari di sekitar areal itu. Sekitar dua jam pencarian, ternyata belum menemukan hasil.
Semua keluarga, masyarakat serta polisi yang membantu upaya pencarian tersebut pulang dengan tangan hampa. I Madetha Jaya, ayah Koming, mengatakan kalau dirinya bersama keluarganya akan terus melakukan pencarian sampai Koming ditemukan.
“Kami sudah pasrah. Jika anak saya sudah meninggal, kami ingin mayatnya bisa ditemukan. Apapun petunjuk yang kami dapatkan baik sekala (alam nyata) maupun niskala (gaib) akan kami lakukan,†terangnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1445 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1095 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 938 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 832 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik