Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 25 Juni 2026
Istri Diselingkuhi, Suami Lapor Polisi
Beritabali.com, Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kendati telah menikahi tiga perempuan, Wayan A (45), warga Banjar Bangli, Yehembang Kangin, Mendoyo rupanya belum puas juga. Bahkan, tukang ojek yang sering mangkal di Yehembang Kangin ini tega menyelingkuhi keponakannya sendiri, MK (30) yang merupakan istri dari Made Artana (35). Ulah bejat Wayan A ini berujung kepada laporan Artana ke Polsek Mendoyo.\
Dari informasi yang dihimpun, Rabu (30/9) terungkap dugaan kalau istri yang telah memberikan dua orang anak itu “ada main” dengan pamannya sendiri berawal ketika istrinya diajak ke pantai oleh Wayan A.
“Sebelum pergi, istrinya sempat mengatakan kalau diajak ke pantai oleh pamannya. Karena curiga kalau istrinya itu diselingkuhi akhirnya kasus ini dilaporkan ke Polsek Mendoyo,” ujar seorang sumber yang juga kerabat Artana, Rabu (30/9).
Sementara itu Kapolsek Mendoyo Iptu Moh Tahir seijin Kapolres Jembrana, AKBP Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Rabu (30/9) membenarkan adanya laporan tersebut.
Menurut Tahir, pihaknya sudah menindaklanjuti kasus tersebut dengan mengirimkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan).
“Korban melaporkan kalau istrinya dilarikan. Laporan itu susah pembuktiannya, namun tetap kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Tahir mengatakan pihaknya memang masih agak sulit membuktikan karena tidak ada saksi. “Saat itu memang istrinya sudah ijin dengan suami dan anak-anaknya untuk merendam kaki di pantai dan memang datangnya agak malam,” katanya.
Lantaran tidak ada saksi, Tahir mengaku belum berani menetapkan terlapor sebagai tersangka. “Nanti suaminya atau pelapor akan kami panggil lagi. Kasus ini masih kami dalami,” pungkas Tahir. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun