Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Gubernur Harap Pemilik Relakan Tanahnya
Beritabali.com, Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap pemilik tanah di bekas bangunan Sari Club atau bekas tempat terjadinya ledakan bom Bali 12 Oktober 2002 tidak ngotot untuk membangun tempat hiburan malam di tempat tersebut.
Made Mangku Pastika pada keterangannya di Kuta, Selasa (6/10) bahkan berharap pemilik tanah merelakan tanahnya untuk dijadikan tempat pembangunan Bali Peace Park (Taman Bali Damai).
Menurut Pastika, pemanfaatan tanah bekas Sari Club untuk pembangunan Taman dan Museum Bali Peace Park akan memiliki nilai yang lebih berharga. Apalagi pembangunan Bali Peace Park bukan untuk tujuan komersial tetapi untuk tujuan kemanusiaan.
Kita harapkan dari pemilik tanah paham sedikitlah dengan persoalan-persoalan kemanusiaan. Saya kira gak ada salahnya kalau tanah itu disumbangkan, saya yakin gak akan berkurang kekayaan orang itu,ujar Mantan Ketua Investigasi Bom Bali 12 Oktober 2002.
Pastika mengakui pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung akan berusaha memfasilitasi pembangunan Bali peace Park yang digagas oleh masyarakat Asutralia terutama Korban dan Keluarga Korban Bom Bali yang tergabung dalam Asosiasi Bali peace Park.
Sebelumnya salah satu penggagas Bali Peace Park Nick Way memprediksikan harga tanah bekas sari Club yang luasnya mencapai 8 are tersebut harganya mencapai 700.000 dolar Amerika, sedangkan pemilik tanah bersedia menjual tanah tersebut dengan harga 3 juta dolar amerika. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 441 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 364 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 290 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan