Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mayumi Ketakutan Lihat Wajah David

Beritabali.com, Denpasar

Jumat, 9 Oktober 2009, 13:52 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Jajaran Reskrim Poltabes Denpasar, Jumat (9/10) menggelar rekontruksi dadakan, terkait kasus kematian Rika Sano alias Sano (33), warga negara Jepang yang tewas dibunuh oleh tersangka David Goltar Wicaksono (26). Rekontruksi dilakukan di empat lokasi.


Rekontruksi 65 adegan yang dimulai dari pukul 00.00 dinihari hingga pukul 07.000 Wita itu, tidak dapat disaksikan langsung oleh awak media cetak dan elektronik. Aparat kepolisian Poltabes Denpasar terkesan menutupi rekontruksi tanpa alasan yang jelas.


Rekontruksi diperagakan langsung oleh tersangka David di tiga lokasi kejadian, yakni di Jalan Pantai Kuta, Jalan Dewi Sri dan Jalan Mertanadi Kuta.

Untuk diskotik Sky Garden Jalan Legian, Kuta, rekontruksi diperagakan langsung oleh Mayumi. Dari sanalah cerita awal dimulai, sebelum Mayumi tiba di pantai Kuta mengendarai sepeda motor bersama dengan seorang guide, Putu. Rekontruksi berlangsung di areal parkir diskotik.

Untuk rekontruksi di Jalan Pantai Kuta, di sanalah pertemuan tersangka dengan korban Mayumi. Tersangka saat itu mengenakan helm dan menghentikan sepeda motor korban. Tersangka menganiaya guide dan membawa korban Mayumi, jelas salah seorang petugas Poltabes Denpasar, Jumat (9/10).

Sumber mengatakan, saat Mayumi dipertemukan dengan tersangka David, Mayumi ketakutan. Terkesan, Mayumi masih trauma akan perlakukan tersangka yang nyaris memperkosanya. Namun, petugas berupaya membujuk Mayumi untuk terus melakukan rekontruksi.

Setelah berbagai cara kita lakukan, akhirnya Mayumi bersedia melakukan rekontruksi dari Pantai Kuta hingga di Jalan Dewi Sri, ujar sumber yang enggan namanya dionlinekan.



Sementara itu, rekontruksi di Jalan Dewi Sri Kuta, tersangka melakukan adegan, bagaimana menyuruh Mayumi membuka celana hingga setengah bugil, di semak semak di lokasi tanah putih itu.

Dengan penuh nafsu, tersangka membuka celananya hingga sebatas dengkul dan menyuruh Mayumi oral seks. Dalam keadaan bugil, Mayumi berusaha kabur dari cengkaraman tersangka dan kabur ke sebuah Hotel di Legian.



Berbeda dengan rekontruksi di Prani Hotel Jalan Legian Kuta. Di Hotel itulah tersangka berhasil memperdaya Sano, rekan Mayumi, dengan berpura pura mengaku seorang anggota polisi. Tersangka David memperdaya Sano dan mengatakan rekannya Mayumi terlibat narkoba.

Malapetaka menimpa Sano, setibanya dikeler tersangka hingga ke Jalan Mertanadi Kuta. Dalam rekontruksi itu, Sano yang diperagakan seorang Polwan, membuka celananya setelah diancam oleh tersangka.

Sano pun berontak dan melarikan diri. Dalam adegan itu, tersangka David berusaha mengejar dan mereka pun jatuh bergumul.

Di lokasi gelap itu, tersangka David berusaha memungut batu, dengan cara meraba raba. Hanya saja, bukan batu yang didapat tapi balok kayu. Balok kayu itulah yang digunakan tersangka untuk memukul dahi kanan korban.

Belum puas, dengan kemarahan yang meluap luap, tersangka menghajar kepala belakang dan dagu korban hingga terluka parah.


Dalam keadaan sekarat, tersangka kelahiran Bandung dan besar di Malang ini, mengangkat kedua kaki korban dan kemudian memperkosanya.

Kita melakukan rekontruksi sebanyak 65 adegan. Rekontruksi berlangsung di 4 lokasi, beber Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gde Alit Widana, Jumat (9/10). (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami