Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Balapan Liar di Depan Mapolres Tabanan

BeritaBali.com. Tabanan

Senin, 12 Oktober 2009, 07:34 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Setelah satu korban melayang akibat trek-trekan liar di Pantai Selatan Tabanan, aksi trek-trekan anak muda sempat mereda. Namun belakangan ini aksi kebut-kebutan tersebut kembali marak. Parahnya, trek-trekan liar digelar di Jalan Pahlawan tepatnya di depan Mapolres Tabanan.


Tidak hanya di di depan hidung polisi, trek-trekan liar juga kerap dilakukan di jalur Tabanan-Penebel tepatnya di Desa Tuakilang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi trek-trekan itu kerap dilakukan menjelang tengah malam.


Kalau jalur di depan Mapolres starnya dari Taman Makam Pancakatirta dan finish di lampu merah sebelah barat kantor Bupati Tabanan,jelas salah satu sumber yang enggan disebutkan.

Aksi itu pun diwarnai dengan taruhan uang paling sedikit Rp 10 ribu hingga puluhan ribu.

Tidak takut ditangkap polisi?


Ia mengatakan sebelum aksi kebut-kebutan itu digelar terlebih dahulu disurvei apakah situasi aman atau tidak.

Paling satu putaran setelah itu jeda beberapa menit, kalau situasi aman baru lagi digelar,jelasnya dengan mantap.


Berbeda dengan aksi trek-trekan yang dilakukan di Tuakilang. Aksi kebut-kebutan jalur lurus Tabanan-Penebel ini sempat menjadi tontongan oleh warga setempat.

Seperti yang terjadi Sabtu malam (10/10) yang dimulai tengah malam hingga pukul 02.00 dini hari (minggu 11/10) .


Namun ketika polisi datang untuk mengamankan aksi tersebut, para pelaku trek-trekan itu kabur tunggang langgang.(nod)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami