Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Longsor, Warga Bumbungan Terisolasi
Beritabali.com, Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan deras yang belakangan ini mengguyur Jembrana membuat tanah warga Banjar Bumbungan, Yehembang, Mendoyo longsor di dua titik. Akibatnya, warga di banjar tersebut terisolasi.
Dari pantauan di lokasi bencana, Senin (12/10), longsor terjadi di kebun milik Wayan Sadia dan pekarangan rumah milik A.A Suryadana. Longsornya kebun milik Sadia membuat jalan rabat beton yang menghubungkan wilayah hutan dengan Banjar Bumbungan dengan Banjar Kaleran terputus sepanjang 50 meter.
Akibatnya, sejumlah penduduk yang tinggal di wilayah tersebut terisolasi lantaran jalan tersebut merupakan jalan akses satu-satunya. Sementara longsornya pekarangan rumah milik A.A Suryadana membuat pondasi rumahnya ambrol sehingga Suryadana mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta.
Longsornya tanah milik warga diduga disebabkan karena gundulnya wilayah hutan di tempat tersebut akibat illegal logging. Hutan Bumbungan yang sebelumnya hijau hanya menyisakan hamparan tanah gundul yang sudah dikapling-kapling. Hal ini menyebabkan hutan yang selama ini berperan
penahan erosi tidak bisa melaksanakan fungsinya itu dengan maksimal.
Kepala Desa Yeh Embang, Ketut Wadia dan Kapolsek Mendoyo, Iptu Moh Tahir ketika dikonfirmasi Senin (12/10) membenarkan kejadian tersebut. Menurut mereka musibah itu sudah ditangani dengan mengerahkan eskavator untuk memindahkan tanah yang memenuhi jalan lintas tersebut. Kita upayakan agar hari ini warga bisa melintas, tandas Wadia. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang