Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
4 Pegawai Peternakan Ayam Bunuh ‘Supervisor’
BERITABALI.COM, GIANYAR.
4 orang pegawai peternakan ayam di Bangli nekat menghabisi rekan kerjanya di Pantai Lebih Gianyar. Pembunuhan ini dilakukan karena pelaku sakit hati sering diintimidasi korban.
Kasus pembunuhan yang menimpa I Ketut Arsana (33) asal Susut, Bangli, akhirnya terkuak.
Empat pelaku yang melakukan pembunuhan tersebut sudah dibekuk. Jajaran kepolisian Gianyar telah melakukan pra rekonstruksi pembunuhan korban di Pantai Lebih, Rabu (21/10).
Dari hasil pra rekonstruksi yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Dewa Adnyana terungkap kalau empat orang tersangka yakni Komang Rastika (17) asal Kintamani, I Ketut Patra (17) asal Tulamben, Karangasem, I Nengah Widhi (17) asal Tulamben Karangasem dan I Ketut Merta (23) asal Tulamben.
Para tersangka menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati. Sakit hati ini berawal dari pelaku dan korban sama–sama bekerja di peternakan ayam milik I Ketut Sarda, Banjar Susut, Bangli.
Korban merupakan pengawas di peternakan tersebut, sedangkan pelaku lainnya merupakan karyawan biasa.
Di sinilah muncul perselisihan, dimana keempat pelaku tersebut tidak senang dengan korban yang dianggap terlalu mengintimidasi mereka hingga muncul kebencian para pelaku.
Pada tanggal 10 Oktober 2009, di belakang kandang para tersangka sepakat untuk memberikan pelajaran kepada korban.
Serang tersangka, Merta alias Kotol kemudian membuat janji dengan korban di pantai Lebih.
Niat jahat dari Kotol dan kawan kawan tak diendus oleh korban, hingga korban mengiyakan dan bertemu di Pantai Lebih.
Begitu korban datang keempat pelaku mengajak korban jalan lagi ke arah Timur, hingga sampai disebelah Timur bebatuan, nyawa korban dihabisi dengan cara dipukul, lehernya dicek dengan baju kemudian mayat korban dibuang ke laut dalam keadaan hidup.
Kemudian pada tanggal 13 Oktober tepatnya pada hari Penampahan Galungan, mayat korban ditemukan terapung di Pantai Lebih, Gianyar.
Kapolres Gianyar, AKBP I Nyoman Astawa membenarkan pembunuhan ini. Motif utama pembunuhan karena sakit hati.
Murni karena sakit hati, hingga korban dibunuh, ungkapnya. Penguakan kasus ini, sambung Kapolres tak terlepaskan atas kerjasama Polres Bangli dan Gianyar.
Kami sama sama membentuk tim, akhirnya kami dapat membekuk pelaku, ujarnya.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1226 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 955 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 787 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik