Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tukang Ojek Perkosa Turis Swedia Mabuk

Kamis, 29 Oktober 2009, 19:33 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Seorang tukang ojek dituding sebagai pelaku pemerkosaan seorang bule asal Swedia berinisial CEB (19). Korban diperkosa, Kamis (29/10) di dekat penginapan di seputaran Jalan Popies Kuta, dalam keadaan mabuk. Hingga kini tukang ojek itu belum tertangkap.

“Turis wanita asal Swedia mengaku tidak sadar saat diperkosa. Karena tidak sadar, korban tidak mengenal ciri – ciri pelaku,” bisik sumber kepolisian Poltabes Denpasar.


Perkosaan itu terjadi Kamis (29/10) sekitar pukul 03.00 Wita. Seperti biasa, korban pulang dalam keadaan sempoyongan, usai dugem di sebuah tempat hiburan malam di Kuta.


Mungkin tak kuat pulang ke penginapan, korban menyewa tukang ojek. Mereka pun berangkat menuju penginapan korban di seputaran Jalan Poppies Kuta.


Sebelum sampai di Hotel, tepatnya masih berada di gang sempit dan gelap, pelaku beringas dan bernafsu. Pelaku langsung menyergap dan melucuti pakaian korban.



Korban yang dipengaruhi minuman keras tidak sadar dirinya diperkosa. Puas melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kabur.

Peristiwa perkosaan itu baru diketahui korban, pada pagi harinya. Dia kaget, pakaiannya acak-acakan. Sadar dirinya diperkosa, korban melaporkannya ke Poltabes Denpasar.

Peristiwa perkosaan yang menimpa turis Swedia, dibenarkan Kapoltabes Denpasar Kombes Gede Alit Widana. Dalam keterangannya, untuk memastikan korban diperkosa, masih menunggu hasil visum et revertum.


Kapoltabes Denpasar juga membenarkan korban mabuk saat diperkosa. Bahkan tidak ingat wajah pelakunya.

“Korban masih kita interogasi untuk mengetahui ciri-ciri pelaku,” tegasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami