Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Pulang Kerja, Penjahit Ditikam Penjahat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aksi penusukan dengan senjata tajam terjadi di Kota Denpasar. Seorang tukang jahit di salah satu garmen di Denpasar ditusuk tiga preman saat pulang kerja.
Kawasan Jalan Gatot Subroto VI Gang Nuri Denpasar, pada Sabtu (7/11) pukul 22.41 Wita gempar. Pasalnya, seorang penjahit yang bekerja disalah satu Garmen Denpasar, Makrup (32), ditusuk tiga orang preman.
Baca juga:
Thor: Love and Thunder Tayang Hari Ini
Penusukan itu diakui Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu I Wayan Wisnawa Adi Putra saat dikonfirmasi Minggu (8/11) . Dikatakannya, luka robek disamping perut korban karena ditusuk oleh tiga orang pelaku. Penusukan ini diduga karena dendam.
Menurutnya, peristiwa penusukan diawali saat korban pulang ke rumahnya dekat dengan lokasi. Tiba tiba, korban dihadang oleh tiga pria berbadan tegap.
Sejumlah saksi mengatakan, sempat terjadi percekcokan antara mereka.
“Salah satu dari tiga tersangka langsung menusukan sebilah senjata tajam berupa pisau ke arah perut korban,bebernya.
Tusukan itu mengakibatkan korban terkulai lemas dan darah muncrat keluar. Sadar korbannya tergeletak bermandikan darah, tiga pelaku kabur.
Meski tubuhnya berdarah darah, korban masih bisa bangun dan meminta tolong bantuan warga setempat.
Warga yang mendengar teriakan korban menolong dan melarikan ke RSUD Wangaya, korban masih koma katanya.
Perwira asal Karangasem ini menegaskan, mendapatkan laporan kasus penusukan tersebut anggota buser Polsek Denbar langsung turun ke lokasi. Dari petunjuk yang dikantongi, identitas pelaku sudah diketahui.
“Sekarang kami sedang sanggongi tempat tinggal pelaku di daerah Kampung Jawa, Denpasar. Kita lihat besok ini, pasti pelaku berhasil kita tangkap,â€janjinya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli