Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Gubernur Targetkan Pengembangan Hutan Adat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menargetkan untuk mengembangan hutan desa berbasis adat atau membentuk hutan desa pekraman. Pengembangan hutan desa adat ini sebagai upaya pelibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan di Bali. Apalagi selama ini pengelolaan hutan oleh desa adat di Bali dinilai sangat berhasil dengan proteksi menggunakan awig-awig atau aturan adat.
Menurut Made Mangku Pastika pada keteranganya di Suwung Denpasar (14/12), upaya pengembangan hutan desa berbasis adat ini juga sebagai tindak lanjut dari penetapan Bali sebagai kawasan kebijakan ekonomi berwawasan lingkungan oleh lembaga pariwisata dunia (UNWTO). Apalagi momentum ini merupakan langkah positif bagi upaya memperbaiki citra pariwisata Bali menuju pariwisata berkelanjutan.
"ini juga membawa konsekuensi bagi kita untuk melestarikan lingkungan kita khususnya hutan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan hutan , jadi green ekonomi menyangkut berbagai aspek kehidupan, Kata Mantan Kapolda Bali ini.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika optimis upaya pengembangan hutan desa berbasis adat akan berhasil, mengingat masyarakat Bali cukup banyak memiliki kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan terutama hutan. Seperti kearifan lokal Tumpek Uduh (Selamatan terhadap tumbuh-tumbuhan) dan Tumpek Kandang (upacara bagi hewan dan satwa). Disisi lain Pastika mengakui luas hutan Bali sangat kecil yaitu hanya mencapai 130.000 hektar atau hanya 22,59% dari luas daratan
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang