Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rabies Kembali Renggut Nyawa di Tabanan

Jumat, 25 Desember 2009, 15:07 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Yusuf Ari Matias Sanam (28) asal Kota Soe, Kabupaten TTS, Nusa Tenggara Timur (NTT), pasien suspect rabies yang dirawat di RSUD Tabanan sejak dua minggu lalu akhirnya meninggal dunia, Kamis malam (24/12) sekitar pukul 22.15 Wita

Sebelum dikubur, Jenasah Yusuf diberkati dalam sebuah doa bersama di kamar jenasah RSUD Tabanan, Jumat (25/12) siang. Isak tangis mewarnai upacara doa besama yang dipimpin pastur Ahmen M Lumira ST. Kesedihan teramat sangat dialami istri korban Elisabet (25) beserta dua buah hatinya.Penuturan kerabat korban usai memberikan doa atas kepergian korban mengatakan, korban sempat digigit anjing peliharaannya tiga bulan lalu.

Saat itu korban yang hendak mengikat anjing kecilnya yang sebelumnya menggigit kaki kanan istrinya. Namun lacur upaya mengikat anjing yang didapatnya dari seorang teman di banjar Bakisan Desa Buahan menjadi petaka.



Korban digigit pada bagian jari tangan kanannya. Selain korban dan istrinya, anak korban juga pernah dicakar oleh anjing tersebut. Korban yang bekerja di sebuah toko pakan ternak di Tabanan mengabaikan luka yang dialaminya itu Setelah tiga bulan berlalu, korban mulai merasakan ada yang aneh pada dirinya. Tubuhnya merasa nyeri sebelah dan badan korban panas.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Tabanan untuk mendapatkan pengobatan. Karena riwayat korban sempat digigit anjing dan kondisi medisnya mengarah suspect rabies maka, korban yang tinggal di perumahan Graha Satelit, Desa Jadi, Kecamatan Kediri ini dirawat di Ruang Flamboyan-khusus untuk pasien suspect rabies.

Sejak dirawat tanggal 18 Desember lalu kondisi korban naik turun, kondisi korban mulai drop sejak dua hari lalu dan puncaknya kamis malam (24/12) sekitar pukul 22.15 Wita korban berontak yang kemudian mereggang nyawa.

Jenasah almarhum kami kuburkan di kuburan Kristen yang ada di Banjar Sema, Kecamatan Kediri hari ini juga, jelas kerabat korban yang lainya.

Sementara itu dari pihak RSUD Tabanan menyatakan hasil laboratorium korban belum turun. Namun dari ciri-ciri fisik korban takut dengan air, sinar matahari dan meronta menjelang meninggal dunia, korban mengarah rabies.

Korban Yusuf adalah korban ke -12 keganasan rabies di kabupaten Tabanan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami