Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Panas, Penentuan Calon Ketum DPC PDIP Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Suhu panas mewarnai rapat penjaringan calon ketua umum (ketum) DPC PDIP Jembrana di PAC Mendoyo. Panasnya rapat berujung kepada aksi walk out yang dilakukan oleh sejumlah pengurus PAC.
Aksi walk out berawal dari pernyataan Ketua PAC Mendoyo, I Ketut Wirata Winaya. Wirata membeberkan luka lama saat perhelatan Pilgub Bali lalu.
Ketika itu, kata Wirata, nyaris semua ranting membelokkan dukungannya kepada pasangan Winasa-Alit Putra yang notabene bukan jago PDIP.
Selain itu, tambahnya, aparat desa maupun dusun ikut-ikutan mempersulit kegiatan tim sukses jago PDIP Mangku Pastika-Puspayoga dengan tidak menginjinkan menggelar di wilayah kekuasaannya.
Wirata langsung menuding Perbekel Yehembang Kangin, I Made Riana yang juga salah satu wakil PAC Mendoyo dan hadir saat rapat tersebut sebagai salah satu pembelot.
Saya tidak ingin rapat untuk memilih pimpinan partai ini, ada kader yang terkontaminasi ikut, tandasnya.
Mendengar tudingan tersebut, Ariana berusaha membela diri dengan mengatakan apa yang dilakukannya saat itu hanya sebagai bentuk wujud loyalitas bawahan kepada atasannya.
Dia juga pasrah jika tidak diikutkan dalam rapat tersebut. Pada awalnya, pimpinan rapat membiarkan Ariana ikut rapat namun keputusan itu ditolak oleh sebagian besar peserta rapat.
Kami yang merasakan sakit bagiamana harus tertatih-tatih menghidupkan ranting, menolak perbekel ikut rapat ini, ujar I GK Saharta, Ketua Ranting PDIP Yehembang Kangin yang didukung oleh ketua ranting lainnya.
Sekreratis PAC Mendoyo, IGK Kusuma Wijaya malah mengancam akan walk out jika Ariana tetap diijinkan ikut rapat.
Kalau perbekel tetap ikut saya akan keluar dari rapat ini dan tidak mau menandatangani berita acara hasil rapat, tegasnya.
Pernyataan kusuma Wijaya rupanya bukan omong kosong belaka. Dia langsung bangkit dari kursinya meninggalkan ruangan rapat dan diikuti oleh ketua-ketua ranting yang duduk di sebelahnya.
Wirata Winaya dan Putu Dwita, salah seorang kandidat calon Ketua DPC, ikut-ikutan emosi dan meminta agar Ariana keluar ruang rapat.
Melihat aksi walk out itu, I Made Kembang Hartawan, wakil ketua DPC PDIP Jembrana dan IB Birawa, kader PDIP yang duduk di DPRD Bali serta kader lainnya berusaha meredam emosi mereka.
Akhirnya, setelah Riana keluar ruang rapat, kader-kader yang walk out itu bisa meredam emosi dan rapatpun bisa dilanjutkan.
Rapat tersebut menghasilkan keputusan calon ketua DPP dan DPD muncul nama Megawati dan Cok Rat sedangkan untuk calon ketua DPC muncul tiga nama yakni Putu Artha, Kembang Hartawan dan Putu Dwita.
Setelah dilakukan voting, Putu Dwita yang diposisikan sebagai kuda hitam berhasil merebut mayoritas suara dengan meraih 8 suara mengandaskan harapan Putu Artha yang memperoleh 3 suara dan Kembang Hartawan 2 suara.
Ketiga nama yang muncul ini nanti akan dipilih dalam Konfercabsus yang rencananya diadakan Januari tahun depan, ujar Sekretaris DPC PDIP Jembrana I Ketut Sugiasa usai rapat.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 791 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 692 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 515 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 495 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik