Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mayat Di NTB, Positif Gede Nirka

Beritabali.com, Negara

Senin, 11 Januari 2010, 17:16 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Sesosok mayat membusuk yang ditemukan di hutan wilayah Sonchanggawi, Lampe, Rasangae Timur, Bima, NTB pada Jumat (10/7) tahun lalu ternyata memang mayat Gede Nirka. Kepastian ini diperoleh setelah hasil test DNA mayat tersebut cocok dengan DNA keluarga Nirka.

Dari informasi yang dihimpun, Senin (11/1) menyebutkan kepastian tersebut menyusul turunnya hasil test DNA dari Dokkes Polri terhadap mayat yang ditemukan tergantung pada seutas tali warna putih oleh Rusdin di wilayah Sonchanggawi, Lampe, Rasangae Timur, Bima, NTB. 

Saat ditemukan, mayat tersebut telah membusuk dan tidak ditemukan satupun identitas yang menyertainya. Hanya saja, pakaian yang dikenakan mayat tersebut mirip dengan pakaian yang dikenakan Nirka saat pergi meninggalkan rumah, Sabtu (6/6) tahun lalu.

Berdasarkan hasil test DNA yang dilakukan tim Dokkes Mabes Polri terhadap sample mayat yang kami ambil dan sampel darah dari anak dan istri Gede Nirka ternyata hasilnya positif, kata Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Ketut Suparta seijin Kapolres Jembrana AKBP R Ahmad Nurwakhid, Senin (11/1).

Terkait dengan motif kematian Ketua KPPS Gilimanuk yang hingga saat ini masih misterius, Suparta mengaku pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Polres Kota Bima untuk melakukan penyelidikan.

Apakah korban bunuh diri ataukah dibunuh, ujarnya. Pasalnya, kata Suparta, sewaktu ditemukan oleh Rusdin dan dicek oleh Polres Kota Bima korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon pule dengan tali wana putih dan dalam kondisi membusuk.

Terkait dengan positifnya hasil test DNA tersebut, Suparta sudah mengundang pihak keluarga Nirka untuk mengambil langkah selanjutnya, termasuk upacara pengabenan. Kami akan bantu untuk kelancaran proses ini dan kami akan koordinasi dengan Polres Kota Bima, katanya.

Sekedar mengingatkan, Gede Nirka menghilang sejak 9 Juni tahun lalu. Lima bulan kemudian, Polres Jembrana mendapatkan informasi kalau ada penemuan mayat tergantung pada seutas tali warna putih dalam kondisi membusuk di hutan wilayah Sonchanggawi, Lampe, Rasangae Timur, Bima, NTB, Jumat (10/7) tahun lalu.

Mayat tersebut dianggap tidak dikenal karena tidak ada secarikpun identitas diri yang dibawa oleh mayat tersebut sehingga oleh Polres Bima, dikuburkan.

Kendati tidak disertai identitas diri namun dari pihak keluarga Nirka diperoleh informasi kalau pakaian yang melekat pada mayat tersebut mirip dengan pakaian yang dikenakan Nirka saat akan pergi meninggalkan rumah lima bulan yang lalu.

Saat itu Nirka mengenakan baju kaos kotak-kotak dan celana panjang warna hitam dan ada logo penjahit di Melaya. Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh Polres Jembrana dengan mengirimkan Kasat Reskrim, AKP Ketut Suparta pada Oktober lalu melakukan pengecekan dan mengambil sampel mayat tersebut. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami