Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Anggota
BeritaBali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Netralitas KPUD Tabanan dalam pilkada Tabanan 4 Mei 2010 dipertanyakan. KPUD Tabanan dinilai mulai 'bermain' dengan salah satu kandidat Pilkada.
Gelagat KPUD Tabanan mulai 'bermain' mulai tampak saat pengunduran jadwal pendaftaran calon indepent. Begitu juga seputar gugurnya ribuan dukungan dari calon indpenden I Ketut Suprapta.
Kabar belakangan yang santer terdengar, KPUD Tabanan memberlakukan sistem komando dalam memberikan keterangan pers. Hanya Ketua KPUD Tabanan yang boleh memberikan keterangan kepada media.
Ketua KPUD Tabanan I Gde Budiatmika, ketika dikonfirmai Rabu (27/1) memilih tutup mulut. Padahal sebelumnya salah satu anggota KPUD Tabanan menyebutkan ada sekitar 2 ribu dukungan yang disetor calon perseorangan dinyatakan gugur. Budiatmika mengatakan verifikasi masih berlangsung.
“Berita acaranya belum ada, satu atau dua hari lagi baru bisa diketahui. Sekarang belum pasti berapa yang gugur. Selain itu, masih ada kesempatan bagi calon menyampaikan dukungan tambahan,”jelasnya.
Dia juga membantah ketika dituding telah berkonspirasi dengan salah satu kandidat atau penguasa. ” Hal itu tidak ada untungnya,” jelas Budiatmika.
Terkait larangan bagi anggota KPUD lainnya yang berkomentar di media kecuali ketua KPUD juga dibantah Budiatmika.
Dikatakannya, dia tidak pernah melarang anggota KPUD memberikan keterangan di media.
Ternyata hal itu bertentangan dengan apa yang telah terjadi ketika salah satu anggota KPUD Tabanan memberikan statemen di media yang menyatakan bahwa kandidat dari partai politik harus didaftarkan oleh ketua dan sekretaris DPC masing-masing partai. Hal ini berhubungan dengan posisi kandidat Eka Wiryastuti dan I Komang Gede Sanjaya (Eka-Jaya)-paket PDIP, yang tidak mau didaftarkan oleh induk partainya.
Pemberitaan itu dinilai merugikan paket Eka-Sanjaya. “Salah satu anggota KPUD Tabanan yang berkomentar terkait aturan tersebut, dipangggil oleh Bupati Tabanan,” jelas sumber kuat.
Sejak dipanggil Bupati tidak satupun anggota KPUD Tabanan berani berkomentar. "Saya tidak berhak komentar, dan kalau komentar harus seijin ketua KPUD," jelas anggota KPUD Tabanan lainya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6001 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4682 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2660 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2323 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2238 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan