Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Chikungunya Ngamuk Lagi, Warga Yeh Embang Resah
Beritabali.com, Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Belakangan ini warga Desa Yehembang Kauh dan Yehembang, Mendoyo diresahkan dengan kembali mewabahnya penyakit chikungunya yang sempat mengamuk dua bulan lalu. Bahkan, wabah kali ini tidak hanya merambah 7 dusun seperti sebelumnya namun sudah meluas pada 9 dusun di dua desa tersebut.
Penyakit chikungunya yang dua bulan lalu sempat mewabah di dua desa yakni Desa Yehembang Kauh dan Yeh Embang, Mendoyo lalu kini wilayah penyebarannya semakin meluas.
Kalau sebelumnya hanya menyerang warga 7 dusun di dua desa tersebut, yakni Munduk Anggrek Kaja, Sekar Kejula, Yeh Buah, Bangsal Gulingan, Munduk Anggrek, Munduk Anggrek Kaja serta Kedisan kini sudah bertambah menyusul diserangnya warga Dusun Bangli dan Nusamara.
Meluasnya penyakit yang membuat badan nyeri dan lemas membuat warga resah lantaran takut tertular. “Kami sangat membutuhkan penanganan yang serius agar penyakit ini tidak semakin meluas,” ujar salah seorang warga Nusamara ketika ditemui, Minggu (31/1).
Menurutnya, dinas tekait seharusnya pro akti menangani penyakit ini untuk menghindari komplikasi dengan penyakit lainnya yang dikhawatirkan menambah penderitaan pasien.
“Wabah ini membuat dokter dan perawat di puskesmas kewalahan, seharusnya Pemkab segera turun tangan untuk membuktikan keseriusannya menangani kesehatan,” tandasnya. Warga yang menolak namanya dionlinekan ini mengaku heran lantaran Pemkab Jembrana memusatkan pengobatan di Puskesmas, bukannya menugaskan dokter untuk
keliling memeriksa kondisi pasien.
“Banyak juga masyarakat miskin yang terjangkit penyakit chikungunya ini sehingga tidak mampu membawanya ke puskesmas yang memerlukan biaya tambahan untuk transport. Seharusnya Pemkab jemput bola dengan mengirimkan dokternya untuk memeriksa pasien,” katanya.
Selain itu, warga ini juga meminta agar Pemkab memberikan penyuluhan bagaimana mencegah penyakit ini termasuk penanganan pertamanya. “Sosialisasi sangat penting masyarakat tahu sehingga warga yang terjangkit tidak semakin
banyak,” pintanya.
Camat Mendoyo, Nengah Ledang ketika dihubungi, Minggu (31/1) membenarkan kalau penyakit chikungunya kembali mewabah di wilayah Desa Yeh Embang dan melebar hingga ke Dusun Bangli dan Nusamara. Dari catatannya, jumlah warga yang terjangkit chikungunya di Dusun Bangli mencapai 25 orang dan di Nusamara mencapai 84 orang.
“Kita sudah tangani dengan melakukan fogging,”tegasnya. Dihubungi terpisah, Minggu (31/1), Kadis Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (Kessos), dr. I Putu Suasta mengatakan untuk mempercepat tindakan, pihaknya sudah melakukan fogging di wilayah Dusun Bangli dan Nusamara termasuk fogging demam berdarah di Desa Delod Berawah, Mendoyo.
"Besok kami akan lakukan puskesmas keliling sekaligus penyuluhan di Nusamara," ujarnya. Untuk mencegah meluasnya chikungunya, Suasta mengharapkan pada musim penghujan ini, masyarakat menggencarkan gotong royong disertai dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak. “Tanpa partisipasi dan kesadaran masyarakat dengan melakukan PSN, upaya kami selaku aparat kesehatan tidak akan berarti apa-apa,” pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5997 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4679 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2658 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2319 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan