Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Chikungunya Ngamuk Lagi, Warga Yeh Embang Resah

Beritabali.com, Mendoyo

Minggu, 31 Januari 2010, 19:04 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Belakangan ini warga Desa Yehembang Kauh dan Yehembang, Mendoyo diresahkan dengan kembali mewabahnya penyakit chikungunya yang sempat mengamuk dua bulan lalu. Bahkan, wabah kali ini tidak hanya merambah 7 dusun seperti sebelumnya namun sudah meluas pada 9 dusun di dua desa tersebut. 

Penyakit chikungunya yang dua bulan lalu sempat mewabah di dua desa yakni Desa Yehembang Kauh dan Yeh Embang, Mendoyo lalu kini wilayah penyebarannya semakin meluas.

Kalau sebelumnya hanya menyerang warga 7 dusun di dua desa tersebut, yakni Munduk Anggrek Kaja, Sekar Kejula, Yeh Buah, Bangsal Gulingan, Munduk Anggrek, Munduk Anggrek Kaja serta Kedisan kini sudah bertambah menyusul diserangnya warga Dusun Bangli dan Nusamara.

Meluasnya penyakit yang membuat badan nyeri dan lemas membuat warga resah lantaran takut tertular. “Kami sangat membutuhkan penanganan yang serius agar penyakit ini tidak semakin meluas,” ujar salah seorang warga Nusamara ketika ditemui, Minggu (31/1).

Menurutnya, dinas tekait seharusnya pro akti menangani penyakit ini untuk menghindari komplikasi dengan penyakit lainnya yang dikhawatirkan menambah penderitaan pasien.

“Wabah ini membuat dokter dan perawat di puskesmas kewalahan, seharusnya Pemkab segera turun tangan untuk membuktikan keseriusannya menangani kesehatan,” tandasnya. Warga yang menolak namanya dionlinekan ini mengaku heran lantaran Pemkab Jembrana memusatkan pengobatan di Puskesmas, bukannya menugaskan dokter untuk
keliling memeriksa kondisi pasien.

“Banyak juga masyarakat miskin yang terjangkit penyakit chikungunya ini sehingga tidak mampu membawanya ke puskesmas yang memerlukan biaya tambahan untuk transport. Seharusnya Pemkab jemput bola dengan mengirimkan dokternya untuk memeriksa pasien,” katanya.

Selain itu, warga ini juga meminta agar Pemkab memberikan penyuluhan bagaimana mencegah penyakit ini termasuk penanganan pertamanya. “Sosialisasi sangat penting masyarakat tahu sehingga warga yang terjangkit tidak semakin
banyak,” pintanya.

Camat Mendoyo, Nengah Ledang ketika dihubungi, Minggu (31/1) membenarkan kalau penyakit chikungunya kembali mewabah di wilayah Desa Yeh Embang dan melebar hingga ke Dusun Bangli dan Nusamara. Dari catatannya, jumlah warga yang terjangkit chikungunya di Dusun Bangli mencapai 25 orang dan di Nusamara mencapai 84 orang.


“Kita sudah tangani dengan melakukan fogging,”tegasnya. Dihubungi terpisah, Minggu (31/1), Kadis Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (Kessos), dr. I Putu Suasta mengatakan untuk mempercepat tindakan, pihaknya sudah melakukan fogging di wilayah Dusun Bangli dan Nusamara termasuk fogging demam berdarah di Desa Delod Berawah, Mendoyo. 



"Besok kami akan lakukan puskesmas keliling sekaligus penyuluhan di Nusamara," ujarnya. Untuk mencegah meluasnya chikungunya, Suasta mengharapkan pada musim penghujan ini, masyarakat menggencarkan gotong royong disertai dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak. “Tanpa partisipasi dan kesadaran masyarakat dengan melakukan PSN, upaya kami selaku aparat kesehatan tidak akan berarti apa-apa,” pungkasnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami