Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Rebutan Guru SD, Parang Bicara
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Cinta segitiga yang terlarang antara seorang guru SD dengan dua lelaki bersitri yakni I Wayan Wiansa (44) dan Nyoman Bagiada (38) keduanya warga Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur berujung dengan aksi kekerasan.
Puncaknya Minggu malam (7/2) sekitar pukul 18.30 Wita kedua lelaki yang sudah beristri ini dibalut rasa cemburu. Wiansa kalap saat disetop Bagiada di Jalan Raya Sesandan Kangin, Desa Megati, Selemdeg Timur. Winasa yang saat itu baru datang dari ladang langsung menebas Bagiada dibagian lengan kanan atas dan dahi.
Akibat tiga kali tebasan yang dilepaskan Wiansa membuat Bagiada tersungkur besimbah darah. Usai menebas Bagiada, Wiansa kemudian melaporkan kejadian itu ke kelihan dinas dan kelihan adatnya.
Dan tak berselang lama malam itu juga Wianasa dijemput anggota Polsek Selemadeg Timur. Begitu juga dengan korban langsung di larikan ke BRSUD Tabanan. Kini kondisi Bagiada tinggal menunggu operasi karena luka yang dideritanya sangat parah.
Kapolsek Selemadeg Timur AKP Slamet, Senin (8/2) mengatakan pihaknya telah menangkap tersangka Winasa malam itu juga. “tersangka telah kami tahan terlibat penganiayaan sesuai dengan pasal 351 KUHP,” jelasnya.
Selain menahan tersangka polisi juga mengamankan sebilah parang yang digunakan tersangka menebas korban.Diduga motif kejadian itu karena kedunya baik tersangka maupun korban dibakar cemburu karena memperebutkan seorang guru SD yang bertugas di Desa Megati.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3790 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1736 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang