Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sopiri Camry Curian, Bule Kelahiran Cimahi Ditahan

Beritabali.com, Gilimanuk

Rabu, 10 Februari 2010, 18:36 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Keinginan BBKP (26), bule keturunan Belanda kelahiran Cimahi untuk menengok istrinya yang sedang hamil tua di Yogyakarta terpaksa harus tertahan di Gilimanuk. Malahan, bule ganteng ini harus berurusan dengan polisi lantaran Toyota Camry yang disopirinya merupakan hasil kejahatan di wilayah Poltabes Denpasar

Dari informasi yang dihimpun, Rabu (10/2) menyebutkan tertahannya bule yang mengaku bekerja sebagai fotografer ini berawal masuknya informasi dari Poltabes Denpasar ke Polsek KP3 Laut Gilimanuk untuk mencegat Toyota Camry Matic warna hitam nopol DK 73 SI. Rabu (10/2) sekitar pukul 04.00 pagi, mobil dengan ciri-ciri yang mirip dengan informasi tersebut masuk ke Pelabuhan Gilimanuk.

Melihat buruannya muncul, polisi yang berjaga di Pos I Pelabuhan Gilimanuk langsung melakukan pemeriksaan. Ketika bule yang di Denpasar tinggal di Basur Bali nomor 10 X Jimbaran, Badung tersebut memperlihatkan STNK mobil mewah tersebut, secara kasat mata mirip dengan aslinya namun saat diperiksa dengan scanner ternyata STNK itu palsu.

Kemudian BBKP dan Camry yang disopirinya itu langsung digiring menuju Markas Polsek KP3 Gilimanuk untuk pemeriksaan lebih intensif. Ketika dicocokkan dengan STNK aslinya, beberapa data telah mengalami perubahan.

Nopol aslinya DK 228 DC dirubah dengan DK 73 SI (tercetak Yesi) dan pemilik mobil pada STNK aslinya PT Serasi Autoraya yang beralamat di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kelan, Tuban, Badung sementara di STNK palsunya tertera PT. Sand Sarev dengan alamat yang sama.

BBKP ketika dimintai keterangan mengaku Camry yang disopirinya itu merupakan pinjaman dari temannya dengan inisial CV yang diambilnya pada pukul 01.00 di Jalan Oberoy, Seminyak, Kuta, Badung. “Saya benar-benar tidak tahu asal-usul mobil itu. CV hanya mengatakan mobil itu baru beberapa hari dibelinya lalu saya pinjam untuk menengok istri saya yang hamil tua di Yogyakarta,”ujarnya dengan Bahasa Indonesia yang fasih.

Oleh CV yang bekerja sebagai editor iklan, BBKP mengaku sempat ditawari membeli sedan mewah tersebut dengan harga 36 ribu euro atau setara dengan Rp. 460 juta, namun BBKP tidak mau membelinya.

Ketika saya pinjam mobil itu, saya tidak minta STNKnya. Saya baru tahu ketika membuka dashboard mobil. Saya percaya mobil itu milik CV karena dia sering gonta-ganti mobil mewah seperti mercy dan ferrari,jelasnya.

Namun keterangan berbeda disampaikan oleh Wayan Wiasa, sopir asli Toyota Camry itu. Menurut Wiasa, pada Selasa (9/2) sore dia diminta bosnya mengantar tamu bernama Stefanus. Dalam perjalanan tamu itu minta diantar ke sebuah penginapan di Kelan, Tuban untuk menjemput temannya. Namun saat saya cari ternyata orang yang mau dijemput itu tidak ada. Lalu saat saya kembali, mobil itu sudah hilang, terangnya. Meski mengaku hanya meminjam, bule tersebut tetap ditahan dengan status sementara sebagai saksi karena mobil mewah itu merupakan target operasi Poltabes Denpasar.

Kapolsek KP3 Laut Gilimanuk AKP I Nyoman Suparta seijin Kapolres Jembrana AKBP R Ahmad Nurwakhid ketika dikonfirmasi, Rabu (10/2) mengatakan pihaknya hanya sebatas menindaklanjuti informasi dari Poltabes Denpasar untuk menahan mobil dan orang yang membawanya. Proses selanjutnya kami serahkan ke Poltabes Denpasar,ujar Suparta 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami