Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 28 Juni 2026
Anggota Poltabes Jaga Sekolah SD dan SMP
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jajaran Poltabes Denpasar mengambil sikap tegas terkait kasus pemerkosaan dua bocah yang dilakukan pelaku secara terpisah, usai pulang dari sekolah. Poltabes Denpasar melakukan langkah cepat dengan menugaskan anggotanya untuk berjaga jaga disekolah.
Selain berjaga-jaga di sekolah, jajaran Poltabes Denpasar juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, sebatas memberikan himbauan agar kasus pemerkosaan terhadap anak pelajar dibawah umur tidak terulang kembali. Demikian dijelaskan Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gde Alit Widana, pada Selasa (23/02).
Baca juga:
Eks Presiden Rusia:
Menurut Kapoltabes, pengusutan kasus perkosaan yang menimpa dua bocah ingusan masih dalam penyelidikan. Pihaknya masih mendalami keterangan saksi saksi untuk mengejar pelakunya.
“Penyelidikan masih berlangsung, kita tidak berhenti melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pemeriksaan saksi
saksi dilapangan masih berlangsung,” bebernya.
Untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan terulang kembali, dalam Minggu ini, kata Kapoltabes, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Koordinasi itu berlaku pada Senin, saat upacara bendera yang biasanya rutin dilakukan di sekolah sekolah.
“ Saya sudah perintahkan Kapolsek Kapolsek untuk berkoordinasi disetiap sekolah SD dan SMP. Nantinya, setiap hari Senin, ada anggota yang menjadi inspektur saat upacara Bendera,” bebernya.
Lebih detail dituturkannya, wacana yang disampaikan dalam upacara, adalah sekadar mengingatkan kepada para pelajar untuk berhati hati hati, apabila usai pulang sekolah.
Pelajar diharapkan tidak meladeni orang tak dikenal, yang mengaku disuruh oleh orang tua untuk menjemput. Bukan hanya itu, pelajar juga diharapkan, menolak pemberian dari orang lain, guna mengantisifasi hal hal yang tidak diinginkan.
“ Kami menghimbau kepada para pelajar, untuk selalu berhati hati kalau ada yang menawarkan jemputan. Kalau pelajar merasa ada yang mencurigakan, segera lapor satpam atau orang orang terdekat. Pihak sekolah juga harus memantau anak didiknya,” himbaunya.
Kepolisian, tegas mantan Kapolres Gianyar ini, tidak akan tinggal diam dalam memberikan keamanan para pelajar. Sedianya, pihaknya akan mengerahkan dua hingga tiga anggota kepolisian berpakaian preman untuk berjaga jaga di sekolah. “ Kita akan menempatkan anggota disana, saat pulang sekolah,” terangnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun