Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Si Codet Selalu Cekik Korbannya Hingga Pingsan
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Muhamad Davis Suharto alias Si Codet, pelaku penculikan disertai pemerkosaan berantai beberapa siswi SD di Bali dan Batam, hingga hari ini (20/5) masih terus menjalani pemeriksaan intensif.
Dalam pemeriksaan terakhir terungkap tersangka selalu mencekik korbannya hingga pingsan sebelum memperkosanya.
Fakta ini terungkap saat tersangka diperiksa oleh penyidik Polres Barelang Batam, di Mapoltabes Denpasar hari ini. Tersangka yang kini dikenal dengan sebutan Si Codet ini dimintai keterangan atas perbuatan bejatnya di wilayah Batam pada tahun 2003 lalu.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan Wakasat Reskrim Polres Barelang Batam, AKP Dellimonte, tersangka codet yang mengusai teknik pijat refleksi dari Malaysia ini mengaku selalu mencekik korbannya hingga pingsan.
Setelah korbannya pingsan karena tak bisa bernafas, barulah tersangka melakukan aksi bejatnya memperkosa para korbannya yang masih di bawah umur, jelas Dellimonte, di sela-sela pemeriksaan.
Sebelumnya, di depan penyidik tersangka Codet mengaku menyesal dan siap mempertanggung jawabkan perbuatannya dan dihukum berat.
Namun tersangka membantah jika dianggap gay (penyuka sejenis) maupun berprofesi sebagai tukang pijet plus-plus yang melayani oral seks bagi kaum gay atau homo di Bali dengan tarif Rp 200 ribu untuk satu kali 'sedot'.
Tersangka menyatakan dirinya hanyalah tukang pijat refleksi biasa dengan tarif Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu untuk satu kali pijat.
Usai diperiksa Polres Barelang Batam, rencananya tersangka akan diobservasi di Rumah Sakit Trijata Polda Bali untuk melanjutkan pemeriksaan kejiwaannya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun