Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sejumlah Barang Sakral Raib

Beritabali.com, Kediri

Sabtu, 29 Mei 2010, 14:56 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Maling sepesialis menyasar tempat ibadah Pura mulai beraksi lagi di Tabanan. Pura Dalem Desa Adat Kelaci Kelod, Banjar Dadakan, Desa Abian Tuwung, Kecamatan Kediri menjadi sasaran pelaku. Akibatnya sejumlah barang berharga seperti tapakan singa, tapakan kuda, uang kepeng 800 keping, bokoran selaka berhasil dibawa kabur pelaku. 

Bendesa Adat Kelaci Kelod I Wayan Raka Arnata, Sabtu (29/5) mengatakan akibat kejadian itu warga setempat pengempon Pura Dalem Adat Kelaci mengalami kerugian sekitar Rp 25 Juta. Dijelaskanya, dibobolnya Pura yang disungsung 215 KK (Kepala Keluarga - red) setempat diketahui hari Jumat (28/5) sekitar pukul 12.000 Wita.

Saat itu Jero Mangku Dalem Men Wetri (65) datang ke Pura karena ada masyarakat yang ingin nunas tirta (air suci-red). Pada saat Jero Mangku menghaturkan sesajen di Gedong Dalem Kayangan dan Gedong Penataran Dalem melihat pintu dua bangunan itu dalam keadaan rusak.

Mengetahui hal itu Jero Mangku kemudian menghubungi Jero Mangku Marjapati yakni I Wayan Jarna. “Saya kemudian dihubungi oleh Jero Mangku Marjapati yang mengatakan kalau pintu Gedong dalam keadaan rusak,” jelas Arnata.

Mendapat informasi seperti itu Ia kemudian langsung memeriksa keadaan Gedong Dalem Kayangan dan Gedong Penataran Dalem. “Setelah saya dan jero mangku cek ke dalam ternyata barang-barang sakral seperti tapakan singa, tapakan kuda, uang kepeng 800 keping, dan bokoran selaka sudah tidak ada di tempat penyimpanannya yakni di Gedong Dalem Kayangan dan Gedong Penataran Dalem,”jelasnya.

Atas kejadian itu pihaknya mengalami kerugian material sebesar Rp 25 Juta. Menurutnya pelaku sudah mempelajari kondisi dan keadaan Pura sebelum melakukan aksi jahatnya.

Pasalnya, setelah dicek ternyata saklar listrik utama dirusak pelaku. Sehingga kondisi gelap dan pelaku dengan leluasa mengambil barang sakral di Pura setempat.

Ia juga menduga hal itu dilakukan pelaku agar tidak ada yang melihat aksinya terlebih letak pura yang berada di pinggir jalan raya Denpasar–Gilimanuk dan dekat dengan Pos Polisi di Dadakan. Hingga kini polisi masih melakukan lidik terhadap kasus tersebut.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami