Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 28 Juni 2026
Aparat Desa Tegallingah Bela Perbekel
BERITABALI.COM, BULELENG.
Gerakan masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Desa (FPD) Tegalinggah terkait kasus dugaan penyimpangan bantuan aspal di Dusun Gunungsari Desa Tegallingah yang dilakukan Perbekel Gede Swardana mulai mendapatkan perlawanan.
Sejumlah tokoh masyarakat dan aparat Desa Tegallingah Kecamatan Sukasada Buleleng, senin (28/6) melakukan pembelaan dengan mendatangi Mapolres Buleleng, DPRD Buleleng dan Kantor Bupati Buleleng untuk mengklarifikasi kasus yang dihadapi Perbekel Desa Tegallingah yang telah berstatus sebagai tersangka di polisi.
Sejatinya,aspal itu tidak digelapkan. Penjualan aspal itu juatru untuk menyelamatkan bantuan agar tidak mubasir karena masyarakat Gunung Sari selaku penerima belum siap berswadaya memanfaatkan aspal tersebut dan itu dilakukan berdasarkan kesepakatan ungkap Kepala Dusun Tegallingah, Putu Landra.
Aksi yang dilakukan itu juga didampingi Koordiantor LSM Gema Nusantara, Antonius Sanjaya Kiabeni yang memaparkan hasil investigasi dan dirangkum dalam buku sampul merah,Melalui buku ini, dapat dijelaskan bahwa warga Tegelinggah mendukung kebijakan yang diambil Perbekel dalam mengelola aspal bantuan itu dan berharap agar jangan sampai setiap kebijakan pembangunan di Buleleng bermuara pada hukum, ujarnya.
Sebelumnya, bantuan aspal dari Dinas PU Kabupaten Buleleng dan Dinas PU Propinsi Bali sejak tahun 2006 hingga 2008 lalu diduga kuat disalahgunakan oleh tersangka Swardana. Bantuan aspal dari Dinas PU Buleleng sebanyak 40 drum untuk pengaspalan jalan di Banjar Dinas Gunungsari hanya terpakai 30 drum dan sisanya 10 drum tidak jelas keberadaannya, demikian juga dengan bantuan aspal Tahun 2007 dan Tahun 2008, sehingga kasus tersebut dilaporkan ke polisi.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun