Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Hujan Terus, Kopi Petani Pupuan Nyaris Membusuk
BERITABALI.COM, TABANAN.
Hujan yang terus mengguyur wilayah Pupuan membuat petani setempat resah. Pasalnya intensitas hujan yang tinggi itu membuat hasil panen kopi petani nyaris membusuk karena tidak mendapatkan sinar matahari.
Beberapa petani Pupuan mengatakan hal tersebut. Kami disini masih secara tradisional mengolah hasil panen. Saat panen seperti sekarang ini hujan terus mengguyur, kami tidak bisa mengeringkan kopi, jelas salah satu petani kopi Pupuan.
Meski kondisi ini tidak berpengaruh terhadap harga, namun sejumlah petani merasa khawatir kalau hujan terus turun sehingga memuat hasil panen menumpuk nyaris membusuk.Agar tidak mengalami kerugian, petani kopi di pupuan memilih menjual kopi mereka yang baru saja dipetik. Sedangkan untuk kopi yang kering yang sudah tidak ada kulitnya harga sementara per kilogramnya Rp 1.300.
Petani kopi pupuan pun berharap agar hujan tidak lagi turun sehingga proses pengeringan kopi dapat lebih cepat dilakukan. Dua hari kemarin sudah tidak ada hujan, mudah-mudahan terus ada matahari,harap petani lainya.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1980 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun